JCCNetwork.id- Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi dan menggarisbawahi pentingnya Indonesia tidak ketinggalan. Ia menekankan gagasannya untuk meningkatkan kualitas manusia dan inovasi di sektor teknologi informasi.
Bila terpilih sebagai Presiden Anies berencana mengundang pakar teknologi untuk melakukan alih teknologi, memprioritaskan investasi, reformasi birokrasi, dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur tetapi juga menciptakan lowongan kerja untuk masyarakat lokal, dengan fokus pada akses, kecepatan, dan keamanan sebagai prioritas.
“Kami memandang investasi pada modal yang seperti padat karya akan memungkinkan Indonesia untuk lompat lebih cepat demikian jawaban kami terima kasih,” kata Anies dalam debat kelima Capres 2024, Minggu (4/2/2024).
Di sisi lain, Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto, menekankan solusi konkret dalam menghadapi tantangan teknologi. Dalam pernyataannya, Prabowo berbicara tentang kebutuhan mendidik anak-anak lebih banyak di bidang science, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Ia berencana memberikan beasiswa untuk mengirim 10.000 individu ke luar negeri, khususnya di bidang kedokteran dan sains teknologi. Prabowo menyoroti pentingnya sumber daya manusia yang handal dalam meraih kemajuan teknologi, dengan fokus pada pembangunan fakultas-fakultas baru di Indonesia.
“Kalau saya selalu solutif dan tindakan kalau memang hanya setengah triliun perlu kehendak politik ya bangun itu pabrik,” tandasnya.



