Jakarta Terendam Banjir, 30.772 RT Terkena Imbas Dampak Cuaca Ekstrem

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dampak cuaca ekstrem kembali melanda Ibukota, menyebabkan empat Rukun Tetangga (RT) dan enam ruas jalan di DKI Jakarta tergenang banjir pada Rabu (31/1/2024) pagi.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa sebelumnya tercatat tiga RT dan dua ruas jalan yang terdampak banjir, namun kondisinya memburuk menjadi empat RT dan enam ruas jalan. Total ada 30.772 RT yang terkena dampak.

- Advertisement -

“Mengalami kenaikan menjadi empat RT dari 30.772 RT dan enam ruas jalan,” kata Isnawa Adji kepada wartawan, dikutip.

Wilayah yang paling terkena dampak meliputi dua RT di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan ketinggian air mencapai 35 centimeter. Sementara itu, Jakarta Timur juga tak luput dari genangan, seperti di kawasan Rambutan, Ciracas, dan Dukuh, Kramat Jati, yang masing-masing mengalami ketinggian air 30 cm dan 40 cm.

Enam ruas jalan yang terendam antara lain Jalan Raya Jambore, Cibubur, Jakarta Timur dengan ketinggian air 25 cm, serta Jalan Raya Bogor, Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur di titik Halte Busway Pasar Induk Kramat Jati dengan ketinggian 10 cm. Banjir juga melanda beberapa ruas jalan lainnya, termasuk di sekitar Terminal Tanjung Priok dan Jalan Gunung Sahari Lantamal, Jakarta Utara.

- Advertisement -

BPBD DKI Jakarta telah mengirimkan 267 personel petugas penanggulangan bencana atau Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau kondisi banjir di seluruh wilayah yang rawan.

Sementara itu, BPBD DKI telah melakukan pemetaan terhadap 25 kelurahan yang rawan banjir di Jakarta, dengan fokus pada wilayah-wilayah seperti Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan, Cipete Utara, Petogogan, Bidara Cina, hingga Pademangan Barat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gangguan Sinyal di Manggarai, Perjalanan KRL Terganggu

JCCNetwork.id- Layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Jabodetabek mengalami gangguan operasional pada Jumat siang (24/4/2026). Kendala tersebut dipicu masalah pada sistem...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER