Kapolri Bicara Estafet Kepemimpinan, NIC: Waktunya Tidak Tepat!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Founder Nusa Ina Connection sekaligus Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK) Abdullah Kelrey turut mengomentari statement Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang estafet kepemimpinan.

Menurut pria karib disapa Bung Rey ini, pernyatan Kapolri Listyo tak ada salahnya untuk diucapkan, akan tetapi momentumnya yang salah. Sehingga, tak heran juga publik menilai berbeda atas pernyataan tersebut.

- Advertisement -

“Tidak ada yang salah dengan narasi Kapolri, tapi momentumnya salah. Sebab, anak Presiden Jokowi juga ikut dalam pencalonan dan narasi yang di bangun oleh Prabowo-Gibran adalah paslon nomor urut 2 lah yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan Jokowi,” kata Kelrey kepada JCCNetwork.id, Sabtu (13/1/2024).

Untuk menjaga netralitas Polri dalam momentum Pemilu 2024, Kelrey menyarankan Kapolri agar tak ikut-ikutan membangun narasi yang ia khawatirkan rentan multitafsir di masyarakat.

“Seharusnya Kapolri ngak usah ikut-ikutan biar rakyat yang ikut-ikutan saja. Kapolri seharusnya tidak patut berkomentar soal estafet kepentingan politik. Karena sensitif di tahun ini,” ucapnya.

- Advertisement -

“Kencangin soal menjaga netralitas, mengajak rakyat sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban saja,” tambahnya.

Baca Artikel Selengkapnya di Bawah

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pengembangan Jalur Stasiun Bogor Dimulai, Tiga Peron Ditutup Sementara

Pengembangan Jalur Stasiun Bogor Dimulai, Tiga Peron Ditutup Sementara Perpanjangan Jalur 6-8 Stasiun Bogor Berlangsung 90 Hari, Jadwal KRL Disesuaikan Dukung KRL SF12, Infrastruktur Stasiun Bogor...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER