JCCNetwork.id- Pengumuman hasil akhir seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun Anggaran 2023 mengguncang sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah.
Bukan hanya kecerdasan akademik, namun kecerdasan emosional, kesehatan mental, dan fisik juga menjadi fokus utama dalam seleksi tersebut.
Tes psikologi, tes kesehatan, dan tes kejiwaan menjadi tahapan yang bersifat menggugurkan, menetapkan apakah seorang calon ASN layak melangkah ke tahap berikutnya.
Pakar HR Management, Yodhia Antariksa, menyoroti keberlanjutan metode ini terutama di lembaga penegak hukum dan organisasi dengan tekanan pekerjaan tinggi.
“Berdasarkan riset ilmiah, terbukti bahwa psikotes sangat berperan dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam bekerja. Jika hasil psikotes sesuai standar, orangnya akan lebih bagus dan efektif dalam bekerja,” ujar Yodhia dikutip, Rabu (10/1/2024).
Tes kesehatan diarahkan untuk memastikan kesehatan calon pegawai agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal.
Yodhia menegaskan bahwa kesehatan jiwa saat ini semakin krusial dalam dunia kerja yang penuh tekanan.
“Kesehatan jiwa saat ini menjadi semakin penting karena beban pekerjaan yang semakin tinggi dan juga adanya media sosial. Survei membuktikan, mental health makin penting dalam dunia kerja sekarang ini,” imbuh Yodhia.
Meskipun ketiga tes tersebut menjadi syarat mutlak, Yodhia menyarankan agar hasil tes tidak diungkapkan secara publik.
Privasi calon ASN tetap terjaga, dengan lembaga pemerintah hanya mengumumkan apakah seseorang lulus atau tidak, tanpa membocorkan rincian hasil tes.
“Yang jelas, baik tes psikologi, tes kesehatan, maupun tes kejiwaan saat ini merupakan hal yang sangat penting. Ketiga tes tersebut merupakan syarat mutlak untuk menentukan seorang calon ASN lulus atau tidak,” tegasnya.
Seiring tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks dan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, penekanan pada aspek psikologis dan kesehatan menjadi langkah positif dalam menyeleksi calon ASN yang berkualitas.



