JCCNetwork.id – Institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin mendapat banyak pujian dari masyarakat. Pujian dan apresiasi serupa juga diberikan Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK).
Ketua GPK, Abdullah Kelrey mengatakan, bahwa Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo banyak menoreh prestasi yang baik.
Hal tersebut terbukti dengan rilis terbaru Litbang Kompas yang memuat tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri menembus hingga angka 87,8 persen.
Meski menjadi kado spesial di akhir tahun, pria karib di sapa Bung Rey ini menegaskan Polri sebaiknya jangan cepat merasa puas dengan pujian tersebut. Pasalnya, pujian justru bisa saja kebalikan dari itu yakni teror.
“Kado akhir tahun yang bagus untuk Polri. Bersyukur kepercayaan publik meningkat. Ingat pujian adalah teror, jadi jangan puas, Polri harus pertahankan dan tingkatkan kepuasan publik tanah air terhadap pelayanan Polri,” tegas Kelrey, Jumat (29/12).
Selain itu, Bung Rey menekankan pentingnya Polri mempertahankan kepercayaan masyarakat tersebut dengan kerja-kerja yang tegas, tuntas dan profesional.
Menurutnya, survei itu penting untuk menjadi bahan evaluasi dan sekaligus menjadi pengetahuan untuk masyarakat yang belum paham atau buta dengan adanya kinerja institusi Polri.
Kendati demikian, hasil survei itu mencerminkan adanya keseriusan anggota Polri dalam bekerja di tengah-tengah masyarakat selama ini.
“Hasil survei jelas ada pembenahan yang serius selama kepemimpinan Kapolri Listyo. Jadi apalagi yang di ragukan oleh pihak-pihak yang selama ini selalu mengkambinghitamkan institusi Polri,” tegasnya.
Apalagi di musim politik ini, lanjut dia, tugas-tugas Polri justru akan semakin berat. Ia berharap Polri lebih peka terhadap isu-isu netralitas menjelang Pemilu 2024.
“Apalagi memasuki tahun politik kali ini, tantangan Polri semakin berat. Polri di perhadapkan isu netralitas jelang Pemilu. Tantangan ini harus di jawab dengan perbuatan di ruang publik, jangan sampai publik ragu bahwa Polri tidak netral,” tandasnya.



