Mahfud MD Satu Frekuensi Bersama Diaspora NTT

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, menyapa dan mendengarkan aspirasi diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) se-Jabodebek dalam acara dialog yang diadakan di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat.

Mahfud MD dengan tegas menyatakan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut bukanlah untuk berkampanye, mengingat acara tersebut diselenggarakan di kantor relawan, di mana para hadirin sudah memiliki pilihan politik untuk Pemilihan Presiden 2024.

- Advertisement -

“Bagi saya ini bukan kampanye, tapi dialog karena ini tempatnya di kantor relawan yang orangnya sudah pasti pilihan-pilihan politiknya. Sehingga saya ngga harus kampanye karena orang-orangnya sudah punya pilihan politiknya,” ujar Mahfud, Selasa (20/12/2023).

Dalam suasana santai, Mahfud menegaskan bahwa ia tidak mengenakan pakaian khusus untuk berkampanye, karena menurutnya, hati mereka sudah satu frekuensi. Ini menjadi bentuk keakraban dan kedekatan antara cawapres nomor urut 3 dengan para pendukungnya.

“Oleh sebab itu, saya juga tidak pakai baju tertentu, tetapi hati kita sudah satu frekuensi,” ucapnya.

- Advertisement -

Dalam dialog yang berlangsung, perwakilan diaspora NTT se-Jabodebek berbagi keluhan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat NTT. Mahfud dengan penuh perhatian mendengarkan setiap curhatan dan memberikan tanggapan yang relevan.

Selain itu, Mahfud juga menegaskan pentingnya keadilan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTT.

“Setiap wilayah termasuk NTT mempunyai hak yang sama atas pembangunan, kesejahteraan dan kemajuan. Perbedaan lokasi geografis, perbedaan suku dan budaya tidak boleh melahirkan akses terhadap pembangunan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Klaim Dampak Bersih Ekonomi Masih Positif

JCCNetwork.id-Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor manufaktur perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak parsial. Pemerintah, menurutnya, tetap memandang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER