JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca terkait potensi hujan lebat dan petir yang diperkirakan melanda sejumlah provinsi di Indonesia pada hari Senin (18/12/2023) . Provinsi yang berpotensi terkena dampak cuaca ekstrem meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, hingga Papua Barat.
Menurut situs resmi BMKG di Jakarta, kondisi ini diprediksi berdasarkan model filter spasial Madden Julian Oscillation (MJO) yang menunjukkan gangguan fenomena MJO aktif pada tanggal 18-19 Desember 2023. Daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat diperkirakan akan mengalami peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengingatkan masyarakat, terutama para wisatawan yang merencanakan perjalanan selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, untuk memantau prakiraan cuaca secara berkala. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi mereka yang berwisata alam.
“Kemana pun kita berwisata, ke daerah pegunungan atau pantai, selalu biasakan melihat prakiraan cuaca, terutama daerah perbukitan dan wisata sungai,” ujar Abdul Muhari, atau lebih akrab disapa Aam.
Aam juga mengingatkan tentang potensi bahaya banjir di tempat wisata alam yang berdekatan dengan aliran sungai. Ia menyoroti kurangnya perhatian terhadap kondisi cuaca di daerah hulu sungai, sehingga masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sementara untuk wisatawan yang merencanakan kunjungan ke daerah yang berada di lereng gunung, bukit, dan tebing, Aam menekankan bahwa curah hujan tinggi dapat menyebabkan bencana tanah longsor. Meskipun menilai pemandangan tersebut indah, Aam memperingatkan bahwa ancaman bahaya harus diantisipasi.
Aam juga mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk menetapkan status ‘Siaga’ atau ‘Darurat’ di daerah rawan bencana. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons dan penanganan dari BNPB dalam menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi. Dengan kewaspadaan dan tindakan yang tepat, diharapkan masyarakat dan wisatawan dapat menjalani liburan dengan aman dan nyaman.



