JCCNetwork.id – Angkatan Laut Inggris mengalami momen dramatis ketika kapal perang HMS Diamond berhasil menggagalkan upaya serangan terhadap kapal kargo di Laut Merah. Menteri Pertahanan Inggris, Grant Shapps, mengumumkan keberhasilan tersebut dalam unggahan di platform X, menyebutkan bahwa pesawat tak berawak yang diduga menargetkan kapal dagang berhasil ditembak jatuh.
Dalam peristiwa yang menegangkan, HMS Diamond menggunakan satu rudal Sea Viper untuk menjatuhkan pesawat nirawak yang menjadi ancaman. Shapps menjelaskan bahwa kapal perang tersebut baru-baru ini tiba di wilayah tersebut untuk mendukung upaya internasional dalam menjaga keamanan maritim.
HMS Diamond terlibat dalam Operasi Kipion, bagian dari kehadiran maritim Inggris di Teluk dan Samudera Hindia. Operasi ini diinisiasi sebagai respons terhadap peningkatan ketegangan di Timur Tengah, terutama pasca serangan Israel di Gaza.
Meski menteri pertahanan Inggris tidak merinci nama-nama pelaku serangan, Amerika Serikat sebelumnya telah menyebutkan bahwa pasukan Houthi Yaman dilaporkan menyerang kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall di selatan Laut Merah pada Kamis (14/12).
Sebelum insiden ini, Angkatan Laut AS juga mengalami konfrontasi dengan pasukan Houthi. Ketika mereka berusaha membantu kapal yang melaporkan Mayday, pasukan Houthi dilaporkan menembakkan dua rudal ke arah kapal perang AS. Beruntung, kedua rudal tersebut gagal mencapai sasaran, namun kejadian ini semakin memperumit situasi di kawasan tersebut.
Keberhasilan HMS Diamond dalam menggagalkan serangan dan menangkis pesawat tak berawak menciptakan kelegaan, namun juga mengingatkan pada eskalasi ketegangan di perairan strategis Laut Merah dan sekitarnya. Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi sambil berharap agar ketegangan dapat diredam untuk menjaga stabilitas regional.




