JCCNetwork.id – Bos perusahaan antariksa SpaceX, Elon Musk mengingatkan negara teroris Israel agar berkaca dari kesalahan yang mereka perbuat karena sudah membunuh anak-anak dan wanita di Jalur Gaza, Palestina.
Seperti diketahui, tragedi kemanusiaan ini menuai sorotan dunia termasuk salah satunya orang terkaya di dunia tersebut.
Elon Musk mendesak zionis Israel itu agar mengambil tindakan yang lebih manusiawi. Israel memutar balikan fakta bahwa yang dilakukan mereka adalah pembelaan diri.
“Untuk setiap anggota Hamas yang Anda bunuh, berapa banyak (kekacauan) yang justru akan Anda ciptakan?,” kata Elon Musk melansir dari Business Insider di kutip JCCNetwork.id, Selasa, (14/11/2023).
“Jika Anda membunuh anak seseorang di Gaza, Anda setidaknya telah membuat beberapa orang menjadi anggota Hamas. Apakah lebih banyak atau lebih sedikit teroris yang di ciptakan?.” tegasnya menambahkan.
Elon Musk menantan Israel, jika benar tujuannya untuk menciptakan perdamaian, maka kekerasan bagi warga sipil harusnya di hindari.
Oleh sebab itu, Elon Musk menegaskan Israel harusnya berkaca diri dari kesalahan yang sudah mereka perbuat. Bahkan tidak sedikit atau ribuan nyawa warga sipil meninggal dunia.
Alih alih ingin membasmi Hamas sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu, Israel justru melanggar hukum internasional. Hal tersebut secara nyata akibat menyerang pemukiman dan rumah sakit serta membunuh banyak anak-anak dan wanita.
Tidak sedikit sumah sakit, sekolah, bahkan tempat beribadah baik Islam hingga kristen tak luput dari amukan mereka. Pihak berwenang di Gaza memperkirakan 10.818 jiwa warga Palestina tewas dan 26.905 orang lainnya luka-luka.
Mereka Israel hanya menganggap nyawa Yahudi adalah manusia, sedangkan lainnya di anggap binatang yang patut untuk di musnahkan dari muka bumi (Genocide).



