Waspada! Hoaks Invasi China di Pemilu 2024 Ancaman Tersembunyi Bagi Persatuan Bangsa

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Sementara itu, Cendikiawan Muda Nahdlatul Ulama, Nur Ahmad Satria (NAS), mengatakan, bahwa para penyebar hoaks memanfaatkan keterampilan mereka dalam mendistribusikan informasi palsu kepada audiens yang haus akan informasi sesuai dengan pandangan mereka.

NAS juga mencatat hal itu ada kemiripan situasi ini dengan proxy war, di mana negara adidaya memanipulasi konflik suatu bangsa tanpa secara langsung terlibat.

- Advertisement -

Jadi munculnya isu-isu yang mengaitkan dengan China sebenarnya mencerminkan kompleksitas permainan politik yang tengah berlangsung di Indonesia, di mana isu-isu luar negeri menjadi bahan kampanye yang tujuannya mengadu domba.

“Cuma kita enggak menyadari bahwa kita diadu domba. Ini kepentingan Amerika kepentingan China bermain di Pemilu tahun 2024. Maka saya bilang siapa yang didukung oleh Amerika, siapa yang didukung oleh China juga mulai terlihat. Makanya kalau isu-isu yang dilemparkan kelompok yang mengatakan pro dengan China itu pasti grupnya yang dibeking oleh Amerika itu atau sebaliknya,” jelasnya.

Sementera itu, praktisi komunikasi dari UHAMKA, Gilang Kumari Putra, menyoroti pentingnya efektivitas komunikasi dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Pasalnya, ketika hoaks dianggap sebagai alat komunikasi yang efektif dan biasa, maka hal ini dapat menjadi ancaman serius bagi tatanan sosial masyarakat.

- Advertisement -

Jadi dalam komunikasi, penting untuk mempertimbangkan unsur-unsur selain hanya mendapatkan reaksi dari audiens.

“Orang tuh kadang berpikir yang paling penting feedbacknya, makin benci sama lawan makin bagus. Padahal dalam komunikasi itu ada unsur unsur lain sebelum sampai feedback,” ucap Gilang.

Pada kesempatan ini kelompok aktivis dari Barisan Anak Timur (BAT) melakukan deklarasi untuk mendukung pemilu yang damai. Mereka mengajukan tiga poin utama sebagai berikut;

Pertama, menjaga keutuhan dan persatuan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, sukseskan pemilu 2024 yang bermartabat, aman, damai tanpa hoaks, ujaran kebencian, money politik, politisasi agama dan etnis.’

Ketiga, Lawan hoaks dan disinformasi di medsos seperti hoaks invasi China ikutan pemilu karena dapat merusak proses demokrasi. Saring sebelum sharing.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gempa M5,8 Guncang Bolsel, Tak Berpotensi Tsunami

JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, pada Sabtu pagi (18/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER