JCCNetwork.id- Presiden Joko Widodo menjelaskan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan ekonomi nasional. Yakni, dengan benar-benar mengkalkulasi dan menjalankan strategi jangka panjang dengan cermat dalam mengelola Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN).
“Jadi kita ini memang harus berhitung dan main nafas panjang kita harus betul-betul kita kalkulasi tahan sampai kapan kalau APBN,” kata Jokowi saat menghadiri acara Investor’s Daily Summit 2023 di Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Meskipun demikian, Presiden mengklaim bahwa APBN yang saat ini berada di bawah kendali Menteri Keuangan Sri Mulyani masih cukup sampai pergantian presiden di tahun 2024 mendatang.
“Masih gede banget lah kira-kira 616 triliun jadi masih untuk nafas panjang sampai 2024 masih aman. Kalau pagi ketemu Bu Sri Mulyani masih tersenyum, hati saya juga masih tenang. Kalau sudah enggak ada senyum itu mesti kita tanda tanya,” ucap Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menekankan di tengah tidak menentunya ekonomi global, ekonomi Indonesia masih bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di atas 5%. Mata uang tidak mengalami depresiasi yang signifikan, dan sektor riil, sektor keuangan, serta inflasi masih dalam kondisi yang aman.
Beliau merujuk pada pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, di mana pertumbuhan kredit tetap kuat dengan angka 8,69%. Ini merupakan indikasi positif untuk perekonomian Indonesia.
“Kemarin saya bertemu dengan Pak Gubernur BI dan OJK saya tanya pertumbuhan kredit di angka berapa, menurut saya masih tumbuh baik di 8,69% ini angka yang cukup baik,” pungkasnya.
























