Krisis Udara Jakarta, Pencemaran PM2,5 Mencapai Puncak pada Akhir Pekan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- ISPU atau Indeks Standar Pencemaran Udara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengindikasikan bahwa kualitas udara di Jakarta saat ini sangat buruk. Partikel halus (PM) 2,5 mencapai angka 101-199 pada Minggu (24/9/2023) pagi.

Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa di antara lima wilayah, Lubang Buaya di Jakarta Timur memiliki tingkat PM2,5 sebesar 103. Angka ini mengindikasikan bahaya bagi manusia, hewan sensitif, dan juga bisa merusak tumbuhan serta nilai estetika.

- Advertisement -

Untuk kategori baik, tingkat PM2,5 seharusnya berada dalam rentang 0-50, yang artinya tidak memberikan efek buruk pada kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika.

Untuk kategori baik, tingkat PM2,5 seharusnya berada dalam rentang 0-50, yang artinya tidak memberikan efek buruk pada kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika.

Sementara itu, kategori sedang menunjukkan bahwa kualitas udara tidak berpengaruh buruk pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi bisa berdampak pada tumbuhan yang sensitif serta nilai estetika.

- Advertisement -

Kategori sangat tidak sehat dengan PM2,5 sebesar 200-299 mengindikasikan potensi bahaya bagi kesehatan populasi yang terpapar.

Terakhir, kategori berbahaya (300-500) menunjukkan bahwa kualitas udara secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Selain Lubang Buaya di Jakarta Timur, wilayah lain di Jakarta juga mengalami pencemaran udara, seperti Bundaran HI di Jakarta Pusat (77), Kelapa Gading di Jakarta Utara (75), Jagakarsa di Jakarta Selatan (64), dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat (65).

Menurut situs pemantauan IQ Air, Jakarta saat ini menempati peringkat ketujuh sebagai kota dengan pencemaran udara tertinggi di dunia, dengan nilai 118. Kota tercemar teratas adalah Delhi di India (157), diikuti oleh Karachi di Pakistan (152), Kuching di Malaysia (136), dan Lahore di Pakistan (136).

Data kualitas udara ini diperoleh dari 20 stasiun pemantau, termasuk Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk), dan Jimbaran (Ancol). Situasi ini menunjukkan perlunya tindakan serius untuk mengatasi masalah pencemaran udara di Jakarta.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Penusukan di Golders Green Picu Siaga Tinggi

JCCNetwork.id-Pemerintah Inggris resmi menaikkan tingkat ancaman terorisme ke level “parah” atau parah, menyusul insiden penusukan yang terjadi di kawasan Golders Green, London utara.   Status tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER