JCCNetwork.id – Harga beras, bahan pokok yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, kini tengah menghantui masyarakat Indonesia. Kenaikan harga yang terus melonjak ini bahkan telah menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Di tengah suasana tahun politik, pertanyaan mengapa harga beras terus naik menjadi perdebatan tersendiri?
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, pemerintah harus segera menggelontorkan bantuan sosial (bansos) beras dan melakukan operasi pasar.
“Pemerintah kan sudah gelontorkan bansos beras dan sudah melakukan operasi pasar. Hanya angkanya berapa saya tak punya kewenangan jelaskan detail karena Bulog yang lebih tahu angka-angka secara persis,” ucap Muhadjir dikutip.
Di sisi lain, data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 23 September 2023 menunjukkan bahwa harga beras telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah sejak Maret 2023.
Harga beras premium, salah satu jenis beras unggulan, mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen, mencapai Rp 15.680 per kilogram (kg). Sementara itu, harga beras medium juga mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen, mencapai Rp 13.040 per kg.
Kenaikan harga beras ini menjadi isu yang tak bisa diabaikan. Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mengendalikan situasi ini, terutama di tengah gejolak politik yang saat ini tengah berlangsung.
Harga beras yang terus meroket bisa memberikan dampak serius pada kehidupan sehari-hari masyarakat, dan solusi dari pihak berwenang sangat diharapkan. Kami akan terus memantau perkembangan harga beras ini untuk memberikan informasi terbaru kepada Anda.
























