JCCNetwork.id- Perusahaan BUMN konstruksi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah telah membangun LRT Jabodebek sepanjang 44 kilometer dan sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. LRT ini terdiri dari 3 koridor dengan total 18 stasiun. Struktur rel LRT ini menggunakan teknologi U-shaped girder yang meredam kebisingan dan tahan gempa, menjaga estetika perkotaan.
LRT Jabodebek beroperasi tanpa masinis dengan teknologi Grade of Automation (GoA) 3 yang dikendalikan melalui Operation Control Center (OCC). ADHI melibatkan diri dalam pekerjaan struktur, railways system, persinyalan, serta stasiun dan depo.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara ADHI, beberapa BUMN, serta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kementerian BUMN, untuk menciptakan infrastruktur kereta perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan.
“Lingkup pekerjaan ADHI meliputi pekerjaan struktur, railways system, persinyalan, serta stasiun dan depo,” ujar
Direktur Utama ADHI Entus Asnawi, dikutip.
Dengan penyelesaian LRT Jabodebek Fase 1, ADHI berkomitmen menyelesaikan penugasan Pemerintah sesuai peraturan Presiden. ADHI juga terlibat dalam megaproyek transportasi lainnya seperti MRT Jakarta CP 201 dan CP 202 serta proyek di Kota Manila, Filipina.
Peresmian LRT Jabodebek dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi termasuk Ketua MPR, Menko Marves, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menteri PUPR, dan lainnya.
Sebelumnya, ADHI juga menyelesaikan proyek venue FIBA World Cup 2023, yaitu Indonesia Arena di GBK, Jakarta, dengan memanfaatkan teknologi konstruksi Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan keberhasilan proyek tersebut.



