JCCNetwork.id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia atau Menhan Prabowo Subianto secara tegas mengatakan bahwa para elit pola pikirnya (mindset) yang terlalu lama berada di zona nyaman (comfort zone).
Hal tersebut disampaikan Menhan Prabowo saat hadir sebagai tamu di acara Mata Najwa yang diunggah di kanal Youtube Najwa Shihab, Jumat (30/6).
Dalam acara tersebut, Prabowo banyak membahas topik-topik terkini soal kondisi nasional di berbagai sektor termasuk pertahanan.
Hingga ditanyai soal tantangan teresarnya selama menjabat sebagai salah satu Menteri Kabinet Indonesia maju.
“Tantangan terbesar yang saya lihat adalah mindset elite kita. Mindset elite kita menurut saya terlalu nyaman. Kita terlalu lama berada dalam comfort zone,” kata Menhan.
“Kita berada dalam masa yang relatif damai lama sehingga elite kita semua merasa oh keadaan damai ini adalah keadaan yang normal,” tambahnya.
Akibat terlalu lama merasa nyaman sehingga banyak para elit kerap berasumsi tidak ada ancaman dari negara lain. Padahal, menurutnya, pertahanan adalah hal penting dan sangat vital bagi suatu negara.
Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI selama 4 tahun berjalan ini, menurutnya pertahanan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi suatu negara. Apalagi dengan kondisi Indonesia yang begitu besar dan luas.
“Menurut saya elite kita merasa bahwa pertahanan itu tidak terlalu penting, pertahanan itu nice to have tapi tidak vital. Padahal, pelajaran ilmu politik dan ilmu bernegara di manapun pertahanan itu vital. Kita bisa aman bisa makmur, karena kita bisa mempertahankan negara kita, teritori kita, wilayah kita,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia menekankan selama mengembang tugas sebagai Menhan, Prabowo juga bertekad akan memoderenisasi alutsista Indonesia lebih baik lagi demi pertahanan dan masa depan Indonesia.
“Itu tekad saya!,” terang Prabowo.



