JCCNetwork.id- Harga minyak mentah dunia merangkak naik sebesar 1 dolar AS per barel saat memasuki pasar perdagangan pada hari Senin (5/6/2023). Tampak lonjakan ini sebagai respons atas rencana Arab Saudi mengumumkan pemangkasan produksi mereka dalam pertemuan OPEC+ di Wina, Austria yang berlangsung pada akhir pekan sebelumnya.
Penurunan pasokan yang diantisipasi ini mencerminkan pergeseran kebijakan strategis dari produsen minyak terbesar di dunia, yang berdampak pada keseimbangan pasokan dan permintaan global serta memperkuat sentimen bullish di pasar minyak dunia.
Pemerintah Saudi secara mengejutkan memangkas produksi minyak mentah mereka menjadi 9 juta barel per hari, sebuah keputusan yang diambil dalam pertemuan OPEC+. Langkah ini termasuk dalam pengurangan produksi sukarela, yang tidak termasuk dalam kesepakatan produksi OPEC+.
“Keputusan Saudi ini mengejutkan mengingat bahwa kuota baru akan ditetapkan pada bulan Juli mendatang,” ujar seorang analis dari ANZ dikutip hari ini.
PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juni 2023. Penurunan harga tersebut melibatkan semua jenis BBM nonsubsidi yang ditawarkan oleh Pertamina, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Di Jakarta, ibu kota negara, harga BBM Pertamax (RON 92) turun dari Rp 13.300 per liter menjadi Rp 12.400 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo (RON 98) mengalami penurunan dari Rp 15.000 per liter menjadi Rp 13.600 per liter.
Selain itu, harga BBM diesel nonsubsidi juga mengalami penurunan di wilayah Jakarta. Harga diesel turun dari Rp 14.600 per liter menjadi Rp 13.260 per liter per 1 Juni 2023. Sedangkan harga Dexlite turun dari Rp 13.700 per liter menjadi Rp 12.650 per liter.
Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan, Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Harga Pertalite (RON 90) tetap sebesar Rp 10.000 per liter di seluruh Indonesia, sedangkan harga Solar tetap Rp 6.800 per liter.



