JCCNetwork.id – Mari kita mengenal lebih dekat dari sosok Hasan Bahta. Lahir di Desa Lumoy, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku pada 35 tahun lalu atau tepatnya 8 April 1988.
Ketika lahir ia diberi nama Muhammad Akbar Tanjung Bahta, nama itu diberikan langsung oleh ayahnya, Taib Bahta. Karena sang ayah terinspirasi dengan tokoh politik yang terkenal di era itu yakni Bapak Akbar Tanjung.
Setelah menyandang nama tersebut, seketika ia alami sakit yang cukup serius, sebabnya pun tak bisa diterka secara medis. Oleh kakeknya, Jafar Bahta (Alm) percaya bahwa nama pemberian ayahnya itu tak cocok dengannya.
Kata kakeknya, ia harus diberi nama sesuai nama leluhur mereka. Berdasarkan perenungan yang dilakukan kakeknya, ia lantas diberi nama Hasan Bahta (HB). Setelah nama itu melekat pada dirinya, ia langsung sembuh dari sakitnya. Nama itu ia pakai hingga saat ini.
HB menyelesaikan jenjang pendidikan secara tepat waktu. Hasan menamatkan sekolah dasar pada SD Negeri Lumoy tahun 2000. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Negeri 6 Leihitu di Desa Wakasihu, Maluku Tengah dan lulus tahun 2003.
Ia lanjut dan selesai di SMA Negeri 1 Payahe, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan pada tahun 2006. Ia lantas kuliah di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi pada tahun 2012.
HB juga menempa diri pada organisasi baik intra pun ekstra kampus. Di dalam kampus Hasan menjadi anggota dan pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi.
Hasan juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Cabang Maluku Utara pada 2009. Di luar kampus Hasan masuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di HMI, ia memulainya dari bawah, dari jenjang Komisariat, Cabang hingga PB HMI.
Masih dalam proses penyelesaian studi di kampusnya, namun Hasan sudah terjun ke dunia Jurnalistik dan menjadi wartawan Magang pada Surat Kabar Harian (SKH) Mimbar Kie Raha tahun 2009, salah satu koran lokal yang paling berpengaruh saat itu. Setahun di Mimbar Kie Raha, Hasan kemudian hijrah ke Tribun Malut, anak perusahan Mimbar Kie Raha.
Setelah beberapa lama di Tribun Malut, Hasan pindah lagi ke media lain, yakni Radar Halmahera, salah satu anak perusahan Malut Post, koran dengan oplah terbesar di Maluku Utara kala itu. Dari Radar Hasan bergabung sebentar di koran Fajar Malut, di koran ini hanya beberapa bulan saja, Hasan langsung mencari dunia pekerjaan yang lain.
Sebagaimana pernyataan Bapak Doktor Helmi Alhadar kepada Hasan, : Saya adalah ketua prodi juga sebagai orang tua kalian, jadi saya tahu karakter kalian semua. Hasan kamu tidak cocok jadi wartawan, kamu lebih cocoknya jadi seorang politisi. Jadilah politisi yang berani berkata jujur dan tegas.
Kata-kata itu bagai kompas yang mengarahkan kaki Hasan dalam melangkah. Selepas dari dunia wartawan tepatnya pada 2013, Hasan mengikuti Seleksi Anggota Pengawasan Pemilu tingkat kecamatan. Ia lolos dan menjadi Ketua Panwascam Oba, Kota Tidore Kepulauan pada Pemilu 2014 dan Pilkada 2015. Berbekal pengalamannya itu Hasan ikut Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kota Tidore Kepulauan namun ia tak lolos.
Setelah menikah dengan perempuan asal Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara, Namira S. Falila, pada 2016 silam. Hasan lalu terjun ke dalam dunia akademik menjadi Dosen Tidak Tetap di Universitas Bumi Hijrah, Maluku Utara di Sofifi.
Di kampus itu, Hasan mengampu beberapa mata kuliah dasar Ilmu Komunikasi sebagaimana basic keilmuannya. Selama di kampus Hasan sangat dekat dengan mahasiswa dan sering menggelar diskusi tentang gerakan mahasiswa dan isu-isu strategis terkait situasi kebangsaan.
Dari pernikahannya itu, Hasan kemudian dianugerahi dua orang anak putri yakni Alifiya W. H Bahta dan Alifah M. H Bahta.
Pada tahun 2018, Hasan kemudian diajak oleh bekas Mahasiswa di Universitas Bumi Hijrah, Andre Teny untuk memimpin tim pemenangan salah satu Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, dari Partai Perindo, Bapak Erwin Umar yang mengambil Daerah Pemilihan I (Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat). Berkat keseriusan kerja tim yang dipimpin Hasan, Bapak Erwin Umar terpilih dengan perolehan suara yang signifikan.
Jejak pun berlanjut pada Pemilihan Wali Kota Ternate 2020 lalu, Hasan dipercayakan mengambil peran yang cukup penting yakni Sebagai Ketua Media Center Calon Wali Kota Ternate.
Bapak Yamin Tawary, yang kala itu berpasangan dengan Abdullah Tahir, bekas Wakil Wali Kota yang mendampingi Wali Kota Burhan Abdurrahman (Alm). Meskipun calonnya kalah, namun Hasan benar-benar menikmati dan meresapi pengalamannya menjadi pengelola Media Center dan Juru Bicara.
Berbekal pengalamannya itu, HB berniat maju sebagai Calon Anggota DPRD Buru Selatan pada tahun 2024 mendatang. Dengan memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai wadah untuk berjuang. Kini, kita harus menyambut Harapan Baru Perwakilan Rakyat Buru Selatan.























