JCCNetwork.id- Indonesia sedang menargetkan untuk menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO periode 2023-2027 dengan tujuan memperkuat peran dan pengaruhnya dalam pengambilan keputusan yang penting. Pernyataan ini disampaikan oleh Itje Chodidjah, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, melansir Pro 3 RRI pada Minggu (21/5/2023).
Keanggotaan Indonesia dalam Dewan Eksekutif UNESCO akan mendukung kepentingan nasional, termasuk perlindungan dan pelestarian budaya serta pengembangan pendidikan berkualitas.
“Kita dapat mempunyai pengaruh terkait isu-isu penting. Dalam bidang pendidikan, budaya, pengetahuan dan komunikasi,” ujarnya.
Selain manfaat tersebut, Indonesia juga akan terlibat dalam kolaborasi internasional dengan anggota UNESCO lainnya. Keanggotaan ini akan memberikan akses Indonesia terhadap sumber daya dan program-program UNESCO, termasuk dana dan dukungan untuk proyek-proyek pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.
Itje mencatat bahwa ini merupakan kali kedelapan Indonesia menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO sejak tahun 1950-an. Namun, ia menekankan bahwa keanggotaan tahun ini memiliki perbedaan signifikan dengan yang sebelumnya.
Bagi Itje, partisipasi Indonesia di UNESCO tidak hanya tentang mendapatkan status, tetapi juga tentang menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjadi bagian dari masyarakat dunia melalui diplomasi yang kuat dan peningkatan kerja sama dengan negara lain.
“Untuk target tahun ini yang kita targetkan. Kita akan mendapatkan dukungan sesuai konteks saat ini yaitu transformasi pendidikan, pembenahan kebudayaan dan pembenahan teknologi,” tutupnya.



