Lima Kenangan Ramadhan Era 90an

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Jccnetwork.id – Bulan puasa menjadi bulan yang penuh berkah dan momen untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Setiap umat muslim berjuang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka di bulan penuh berkah ini.

Ramadhan juga menjadi momentum yang paling dinanti-nantikan. Tak hanya tentang ibadah, tetapi juga kenangan-kenangan saat menjalani bulan Ramadhan sebelumnya yang akan diingat sepanjang masa.

- Advertisement -

Apalagi ketika kita sudah beranjak dewasa. Pasti banyak deh kenangan-kenangan saat Ramadhan yang kita alami semasa kecil dulu, khususnya anak-anak generasi 90an.

Pasalnya, ada banyak kenangan puasa generasi 90-an, yang sangat seru untuk dijalankan dan pastinya bikin rindu, jika diingat-ingat kembali.

Berikut adalah 5 Kenangan Puasa Generasi 90-an yang perlu kalian ketahui.

- Advertisement -

1. Pesantren Kilat : Era 90an, pesantren kilat memang nggak pernah absen tiap bulan Ramadhan di sekolah. Pihak sekolah selalu membuat agenda ini untuk siswa/siswi muslim.

Semua siswa wajib mengikuti kegiatan ini, kalau nggak nilai raport mata pelajaran Agama islam dijamin bakalan merah. Nah kalau ada nilai merah, dijamin nggak akan naik kelas.

- Advertisement -

2. Isi Buku Kegiatan Ramadhan dan Minta Tanda Tangan Imam Tarawih : Kenangan puasa generasi 90-an yang pertama bikin rindu adalah isi buku kegiatan ramadhan dan minta tanda tangan imam tarawih. Biasanya, anak sekolah akan diberikan buku khusus ramadhan, dan mengisinya sampai ramadhan selesai.

Kegiatan yang harus dilakukan dan dicatat di buku tersebut, mulai dari kegiatan salat lima waktu, puasa, baca Al-quran surat pendek, salat tarawih beserta tanda tangan imamnya sesuai tanggal.

Biasanya sih, rajinnya cuma bisa bertahan sampai sekitar 15 hari, dan setelahnya, kamu malas ikut tarawih, dan masjid semakin lama semakin sepi. Ayo ngaku, yang pernah malas isi buku ramadhan dan salat tarawih.

3. Sinetron Favorit, “Doaku Harapanku” : Ramadhan andalan anak-anak 90an. Sinetron yang dibintangi oleh Krisdayanti, Dicky Wahyudi, Jihan Fahira, Gunawan hingga Leily Sagita ini menjadi highlight televisi saat Ramadhan di tahun 1998 dan 1999. Dari sinetron ini anak-anak 90an dikenalkan dengan kejamnya ibu mertua terhadap menantunya, Anisa (Krisdayanti).

Selain sinetron tersebut, beberapa sinetron Ramadhan lainnya juga hadir di tahun-tahun selanjutnya, seperti Doa Membawa Berkah, Doa dan Anugerah, Para Pencari Tuhan, Lorong Waktu, Kiamat Sudah Deat, dan lain-lain.

4. Ketika Waktu Berbuka Sudah Dekat, Akan Muncul Wajah KH Zainudin MZ : Kemunculan KH Zainudin MZ saat memberikan kultum (kuliah tujuh menit) adalah hal yang paling dikangenin masa-masa Ramadhan anak-anak generasi 90an. Selesai mandi, kita akan duduk manis di depan televisi.

Sambil menunggu waktu berbuka, tak lupa juga mendengarkan ceramah yang diberikan. Padahal sih belum tentu juga mendengarkan isi ceramahnya, apalagi makanan dan minuman biasanya sudah disiapkan ibu di atas meja. Malah lebih nggak sabar rasanya mendengarkan adzan Maghrib ketimbang dengar ceramahnya.

5. Bolos Tarawih dan Malah Perang Sarung : Namanya juga anak-anak, mungkin titik mengasyikan ketika bulan ramadhan adalah bermain bersama teman-teman, dan akan menjadi kenangan puasa generasi 90-an yang paling dirindukan. Kenangan puasa tersebut tidak lain adalah bermain perang sarung dan bolos salat tarawih.

Dari rumah sih, izinnya mau salat tarawih, tapi pas sudah bertemu teman-teman, malah jadi main perang sarung di halaman atau di dalam masjid.

Tapi, hal ini lah yang nantinya akan paling dirindukan. Coba, kalau di halaman masjid saat ini tidak ada anak-anak yang bermain. Mungkin terlihat seperti salat berjamaah biasa bukan?

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER