JCCNetwork.id- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi peningkatan kecepatan angin di Bali yang diperkirakan mencapai 21 knot atau setara dengan 40 kilometer per jam pada tanggal 18-20 Mei 2023.
“Kalau di bawah sekitar 20 knot itu masih aman,” kata Kepala Sub Koordinator Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar Tirta Wijaya, Kamis (18/5/2023).
Menurut analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diharapkan angin akan bertiup dari arah timur-tenggara di wilayah Bali. Cuaca secara umum diprediksi cerah berawan dengan kemungkinan adanya hujan ringan yang tidak merata terutama di wilayah tengah Bali.
BMKG telah mengamati adanya peningkatan kecepatan angin di Gunung Agung, Kabupaten Karangasem pada tanggal 18 Mei 2023, dengan kecepatan diperkirakan antara 10-20 kilometer per jam. Kemudian, pada tanggal 19-20 Mei, diperkirakan kecepatan angin meningkat hingga mencapai 30 kilometer per jam.
Sementara itu, potensi kecepatan angin hingga 40 kilometer per jam diperkirakan terjadi di Kabupaten Tabanan yakni di Kerambitan, Selemadeg.
Kabupaten Klungkung di Nusa Penida, kemudian di Kabupaten Badung di Kuta dan Kuta Selatan, kemudian di Kabupaten Karangasem di Amlapura, Abang dan Kubu.
Dalam perkembangan terkait, BMKG memberikan informasi bahwa Denpasar Timur dan Denpasar Selatan memiliki potensi angin yang cukup signifikan.
Lebih lanjut, BMKG mencatat bahwa di seluruh kecamatan Kabupaten Jembrana, kecepatan angin diperkirakan mencapai 40 kilometer per jam. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Melaya, Negara, Mendoyo, dan Pekutatan.
Adapun ketinggian gelombang laut di perairan selatan Bali diperkirakan mencapai 3,5 meter, sementara Selat Bali dan Selat Lombok dapat mencapai tiga meter.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca ini disebabkan oleh suhu muka laut di wilayah Bali yang berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius. Terdapat juga massa udara basah yang terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 850 milibar atau setara dengan 1.500 meter.
Pusat Meteorologi Maritim BMKG menyebutkan bahwa angin dan gelombang laut saat ini membawa risiko tinggi terhadap keselamatan berlayar. Perahu nelayan diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang harus waspada jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal ferry juga harus berhati-hati jika kecepatan angin mencapai lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.



