GPK Imbau Jangan Jadikan Kasus Sukoharjo Jadi Komoditas Politik dan Isu SARA

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Jakarta– Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian Republik Indonesia (GPK RI), Abdullah Kelrey, mengimbau masyarakat agar menyikapi penggeledahan di lingkungan Hamalatul Qur’an, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, secara bijaksana dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

Kelrey menegaskan, peristiwa tersebut tidak seharusnya digeser menjadi komoditas politik maupun dikembangkan menjadi persoalan yang membawa sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurutnya, setiap persoalan harus ditempatkan secara proporsional berdasarkan fakta dan proses hukum.

- Advertisement -

“Jangan sampai persoalan ini digeser menjadi komoditas politik atau ditarik ke dalam isu SARA. Masyarakat harus tetap tenang, jangan mudah terprovokasi, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Abdullah Kelrey.

Ia menyampaikan bahwa penegakan hukum merupakan kewenangan aparat kepolisian yang harus dijalankan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun, pelaksanaannya juga wajib mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menurut Kelrey, masyarakat perlu membedakan antara proses penegakan hukum dengan berbagai opini, spekulasi, dan kepentingan politik yang mungkin berkembang setelah suatu peristiwa menjadi perhatian publik.

- Advertisement -

Ia juga meminta semua pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjelaskan dasar tindakan dan hasil pemeriksaan secara terbuka. Apabila terdapat dugaan pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan penggeledahan, hal tersebut perlu diperiksa melalui mekanisme pengawasan internal maupun saluran hukum yang tersedia.

“Kalau ada dugaan pelanggaran prosedur, silakan diuji dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Jangan membangun penghakiman di ruang publik sebelum seluruh fakta diperiksa secara objektif,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, penggeledahan di lingkungan Hamalatul Qur’an di Mojolaban, Sukoharjo, merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus pembakaran dan perusakan warung Mi Babi Tepi Sawah. Polda Jawa Tengah menyatakan tindakan tersebut dilakukan untuk mencari buronan dalam perkara tersebut dan telah didasarkan pada izin pengadilan.

Di sisi lain, pihak pesantren menyampaikan keberatan atas sejumlah tindakan aparat saat penggeledahan, termasuk dugaan perlakuan terhadap santriwati dan persoalan penyitaan barang. Perbedaan keterangan tersebut menjadi alasan penting bagi semua pihak untuk mendorong klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif.

Kelrey menambahkan, kepentingan utama saat ini adalah memastikan proses hukum berjalan transparan, hak-hak masyarakat terlindungi, serta situasi sosial tetap kondusif. Jangan sampai sebuah peristiwa hukum justru dimanfaatkan untuk memperlebar perpecahan di tengah masyarakat.

“GPK RI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, tidak terjebak provokasi, dan tetap mengedepankan akal sehat. Kita harus mendukung penegakan hukum yang profesional, bukan memperkeruh keadaan dengan kepentingan politik maupun sentimen SARA,” tutup Abdullah Kelrey.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kemenhub Pastikan Bandara Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla

JCCNetwork.id- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada bandara di Indonesia yang ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, gangguan jarak pandang dan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
KDM Beri Alarm Ekonomi Hitam Bisa Bikin Rakyat Makin Terhimpit
09:45
Video thumbnail
Wapres Gibran Bertemu Father of Asian EV Asal Magelang, Bahas Masa Depan Mobil Listrik Indonesia
03:01
Video thumbnail
Prabowo Ingatkan Ancaman Perpecahan, Masih Ada Kelompok Tak Suka Pancasila #shorts #trending
01:45
Video thumbnail
Prabowo Ingatkan Ada Kelompok Tak Suka Pancasila: Ini Sumber Perpecahan
08:10
Video thumbnail
Tak Main-Main! Amran Tepati Janji, 8 Pejabat Bulog-Bapanas Kena Imbas Kasus Beras Oplosan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Tekankan Pemimpin Tak Cukup Pintar, Hati Harus Baik, Jangan Jadi Sumber Penderitaan #shorts
01:59
Video thumbnail
Prabowo: Orang Pintar Berhati Jahat Sangat Berbahaya, Bisa Picu Penderitaan dan Ketidakadilan
10:10
Video thumbnail
Tak Main Main! Amran Tepati Janji, 8 Pejabat Bulog Bapanas Kena Imbas Kasus Beras Oplosan
08:21
Video thumbnail
Kapolri Gandeng Mendes, Berantas Narkoba hingga Tawuran #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Kapolri Suyudi dan Menteri Yandri Siapkan Langkah Berantas Narkoba hingga Tawuran Desa
09:58
Video thumbnail
Momen Kocak Mentan Amran Jadi Mak Comblang, Tanggung Biaya Pernikahan Jika Serius #shorts
01:59
Video thumbnail
Bikin Salah Tingkah, Mentan Amran Jodohkan Peternak Muda dengan Stafnya, Siap Biayai Nikah
08:19
Video thumbnail
Blak-blakan di Depan OJK, KDM Sebut Birokrasi Perbankan Indonesia Rumit #shorts #trending
01:32
Video thumbnail
Depan OJK Dedi Mulyadi Soroti Rumitnya Birokrasi Perbankan Indonesia
08:57
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Kecurigaan, LNG Indonesia ke Singapura Diduga Dijual ke Negara Lain #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Bahlil Ungkap Kecurigaan soal LNG Indonesia Dikirim ke Singapura, Diduga Dijual Lagi ke Negara Lain
05:46
Video thumbnail
Prabowo Cairkan Rp3 Miliar untuk Atlet Asian Games Berprestasi
03:56
Video thumbnail
Sudaryono Unjuk Kemampuan Bicara Bahasa Jepang di Forum MBG #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Momen Kepala BGN Sudaryono Fasih Bahasa Jepang Saat Bahas MBG
08:56
Video thumbnail
7 Bulan Terpuruk, Peternak Telur Cerita ke Mentan Amran, Begini Responsnya #shorts #trending
02:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER