Gempa M2,7 Guncang Selatan Bandung

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Gempa bumi bermagnitudo 2,7 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026) pagi. Guncangan yang terjadi di wilayah daratan tersebut dirasakan oleh masyarakat di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.21.05 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 27 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 4 kilometer.

- Advertisement -

Informasi tersebut menunjukkan bahwa gempa berpusat relatif dangkal. Kendati magnitudonya tergolong kecil, getaran tetap dirasakan warga di sejumlah wilayah yang berada di sekitar kawasan selatan Kabupaten Bandung.

Gempa Berpusat di Daratan

BMKG dalam keterangannya menyebutkan, episentrum gempa berada di darat pada koordinat wilayah selatan Kabupaten Bandung. Lokasi pusat gempa tercatat berjarak sekitar 27 kilometer dari Kabupaten Bandung.

- Advertisement -

“Pusat gempa berada di darat 27 km selatan Kabupaten Bandung,” dikutip dari keterangan BMKG.

Kedalaman sumber gempa yang tercatat hanya 4 kilometer menjadi salah satu informasi penting dalam laporan kejadian tersebut. Gempa dangkal dapat menimbulkan getaran yang dirasakan di permukaan, meskipun kekuatan gempanya tidak besar.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa bermagnitudo 2,7 itu.

Getaran Dirasakan di Pangalengan, Talegong dan Cisewu

BMKG mencatat gempa pagi tersebut dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di tiga wilayah, yakni Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Skala III MMI menggambarkan getaran yang dapat dirasakan di dalam rumah, terutama oleh sebagian orang. Dalam kondisi tertentu, benda-benda ringan yang tergantung dapat ikut bergoyang.

Pangalengan, Talegong, dan Cisewu merupakan wilayah yang berada di kawasan selatan Jawa Barat. Catatan intensitas gempa di ketiga daerah tersebut menunjukkan bahwa guncangan dari pusat gempa dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar episentrum.

Meski demikian, intensitas yang tercatat tidak secara otomatis menunjukkan adanya kerusakan. Dampak gempa tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kondisi bangunan, jarak dari pusat gempa, serta karakteristik tanah di wilayah terdampak.

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Seiring laporan gempa yang terjadi pada pagi hari, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai langkah kewaspadaan bagi warga yang merasakan getaran, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah selatan Kabupaten Bandung.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Warga juga perlu memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dan menghindari bagian bangunan yang berpotensi membahayakan apabila terjadi guncangan berikutnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

BMKG secara berkala menyampaikan informasi terkait waktu kejadian, magnitudo, lokasi episentrum, kedalaman, serta intensitas gempa yang dirasakan masyarakat. Data tersebut menjadi acuan untuk memahami karakteristik gempa dan perkembangan kondisi setelah kejadian.

Gempa bermagnitudo 2,7 yang terjadi pada Kamis pagi ini tercatat berpusat di daratan selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman 4 kilometer. Getarannya dirasakan pada skala III MMI di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu.

Masyarakat di wilayah tersebut diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan setelah gempa.

Informasi mengenai kemungkinan gempa susulan dan perkembangan dampak kejadian tetap menunggu pembaruan resmi dari BMKG maupun pihak berwenang terkait.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Tiba di Jakarta Usai KTT BRICS

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menuntaskan kunjungan kerja ke New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Kepala...

Fuad Maktour Kembali Disorot

FC Seoul Waspadai Persib

Iran Bersiap Hadapi Perang Besar

Calvert-Lewin Bawa Leeds Menang

Emas Dunia Anjlok 1 Persen

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER