Jakarta Siaga Abu Krakatau, 40 Armada Dikerahkan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke wilayah Ibu Kota. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengerahkan puluhan kendaraan untuk melakukan penyemprotan water mist di berbagai kawasan Jakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, pengerahan armada tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kondisi udara di tengah adanya potensi penyebaran partikulat vulkanik.

- Advertisement -

Menurut Uus, sejumlah kendaraan akan dipusatkan terlebih dahulu di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Armada tersebut berasal dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

“Untuk di tingkat provinsi kita fokuskan berkumpul di Monas dan melibatkan tiga kendaraan dari Dinas Damkar, serta sekitar 17 sampai 20 dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Secara keseluruhan diperkirakan ada 30 hingga 40 kendaraan akan berkeliling di seluruh wilayah DKI Jakarta,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 6 September 2026,

Selain armada yang ditempatkan di pusat kota, Pemprov DKI memperkirakan total sekitar 30 hingga 40 kendaraan akan diterjunkan untuk melakukan penyemprotan di berbagai wilayah Jakarta. Mobilisasi tersebut dilakukan agar penanganan tidak hanya terpusat di satu kawasan.

- Advertisement -

Uus menjelaskan, kegiatan water mist bukan merupakan tindakan penanganan setelah abu vulkanik menyebar, melainkan bagian dari langkah antisipasi pemerintah. Penyemprotan dilakukan untuk membantu menjaga kualitas udara, terutama pada area yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Pelaksanaan water mist juga dilakukan secara berkala. Pemerintah menjadwalkan kegiatan tersebut pada pagi dan sore hari dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta hasil pemantauan kualitas udara.

“Pemerintah memilih untuk melakukan antisipasi lebih awal sambil memantau kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat,” ujar Uus.

Pemprov DKI, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan informasi mengenai potensi sebaran abu vulkanik. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan apakah langkah mitigasi yang diterapkan masih diperlukan atau perlu disesuaikan.

Uus menegaskan, kebijakan tersebut akan mengikuti perkembangan situasi aktual. Apabila kondisi udara menunjukkan perlunya penanganan tambahan, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah mitigasi sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, masyarakat Jakarta diminta tidak panik menyikapi informasi mengenai potensi abu vulkanik. Pemerintah mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial apabila sumbernya tidak jelas.

Menurut Uus, masyarakat sebaiknya menjadikan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan utama untuk mendapatkan perkembangan informasi terkait kondisi udara maupun langkah penanganan yang dilakukan Pemprov DKI.

Ia juga meminta warga tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pemprov DKI memastikan pemantauan akan terus dilakukan bersama perangkat daerah terkait. Informasi mengenai kondisi udara dan perkembangan situasi akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan berikutnya.

“Kegiatan ini terus dilakukan sampai kegiatan ini sudah tidak diperlukan lagi, dan insyaallah ini akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta,” kata Uus.

Dengan pengerahan puluhan armada tersebut, Pemprov DKI Jakarta menempatkan langkah pencegahan sebagai prioritas sembari menunggu perkembangan kondisi atmosfer dan kualitas udara. Pemerintah juga memastikan kebijakan mitigasi dapat diperluas apabila situasi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Usut Lima Klaster Korupsi Bupati Klaten

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut lima klaster dugaan korupsi dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.Perkara tersebut mencakup dugaan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Arsul Sani Singgung Kasus Tak Tamat SMA di Sidang UU Pemilu Punya Gelar S1 Bahkan S2
09:04
Video thumbnail
Menggunakan Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Minta Prabowo Tuntaskan Karhutla #shorts
01:59
Video thumbnail
Momen Tak Biasa, Anggota Parlemen Malaysia Berbahasa Jawa Minta Prabowo Tuntaskan Karhutla
08:02
Video thumbnail
Luhut Ungkap Prabowo Setuju Kajian DEN, Definisi Korupsi Bakal Diubah?
08:02
Video thumbnail
Prabowo Sebut Pelaku Karhutla Terorisme Lingkungan, Siap Usut Sampai Tuntas #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Prabowo Tegas! Pembakar Hutan Disebut Terorisme Lingkungan, Diusut Sampai Tuntas
08:55
Video thumbnail
Bukan Sekadar Makan Gratis, DEN Ungkap MBG Bisa Dongkrak Motivasi Belajar Siswa #shorts #trending
01:46
Video thumbnail
DEN Sebut 95 Persen Penerima MBG Lebih Semangat Belajar jika Menu Enak dan Berkualitas
08:05
Video thumbnail
Bahlil Tak Kuasa Tahan Tawa Saat Prabowo Melempar Candaan, Nama Orang Fakfak Ikut Disinggung!
08:15
Video thumbnail
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Bandingkan Indonesia dengan Benua Eropa #shorts #trending
01:38
Video thumbnail
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Bandingkan Indonesia dengan Benua Eropa
08:36
Video thumbnail
Blak blakan Natalius Pigai Pamer Kemampuan Bisa Pidato 2 Jam
08:24
Video thumbnail
Momen Amran Puji Mahasiswi S2 PPL UGM, Berujung Apresiasi Riset Rp5 Juta dan Motor
08:14
Video thumbnail
Kang Dedi Mulyadi Buka Suara soal Etika Insinyur, Akibat Kesalahan Teknik Tak Boleh Dibiarkan!
08:11
Video thumbnail
Usai Bertemu Prabowo, Kepala OJK Kirim Pesan Tegas: Pelanggar Pasar Modal Siap Ditindak
10:08
Video thumbnail
Momen Hakim Arsul Sani Bahas UU KDRT di MK, Tampar Sekali Kok Bisa Kena Pidana 2 Tahun?
08:23
Video thumbnail
98 Kasus Kebakaran Hutan Diusut, Kapolri Segera Umumkan Tersangka #shorts #trending
00:56
Video thumbnail
Kapolri Tegas, 98 Kasus Karhutla Diusut, Tersangka Segera Ditetapkan
08:07

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER