Transportasi Listrik Bikin China Kian Tahan Hadapi Gejolak Harga Minyak Dunia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah tidak lagi memberikan dampak sebesar sebelumnya terhadap China.

 

- Advertisement -

Hal ini didorong oleh semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik, terutama pada layanan taksi dan transportasi daring, sehingga ketergantungan negara tersebut terhadap bahan bakar fosil terus menurun.

 

Mengutip Reuters, Kamis (16/7/2026), jumlah perjalanan menggunakan taksi dan layanan ride-hailing di China mencapai 3,05 miliar pada Mei 2026.

- Advertisement -

Angka tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode setelah perang Iran pecah pada akhir Februari 2026, meskipun harga bensin mengalami kenaikan.

 

Di berbagai platform media sosial China, banyak warga mengungkapkan bahwa mereka kini lebih memilih menggunakan taksi dibandingkan mengendarai mobil pribadi saat harga bahan bakar naik.

Selain dinilai lebih ekonomis, pilihan tersebut juga mengurangi beban biaya parkir dan pengeluaran untuk BBM.
Peralihan menuju transportasi ramah lingkungan juga terlihat dari data Kementerian Transportasi China.

Dari sekitar 1,3 juta armada taksi yang beroperasi secara nasional, sekitar separuhnya kini telah menggunakan tenaga listrik. Bahkan, di sejumlah kota besar, hampir seluruh armada taksi telah beralih ke kendaraan listrik.

Sementara itu, platform transportasi daring terbesar di China, Didi, mencatat penambahan sekitar dua juta kendaraan listrik dan hybrid sepanjang tahun lalu.

Dengan tambahan tersebut, jumlah armada nonbahan bakar fosil yang beroperasi di platform itu kini mencapai delapan juta unit dan berkontribusi terhadap sekitar 75 persen total jarak tempuh perjalanan.
Perubahan besar dalam sektor transportasi ini turut memengaruhi konsumsi energi nasional.

 

Pada Mei 2026, konsumsi bensin di China tercatat turun 10 persen, sedangkan penggunaan solar menyusut 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi meski aktivitas angkutan barang maupun mobilitas masyarakat melalui jalur darat tetap mengalami peningkatan.

Lembaga lingkungan Greenpeace memperkirakan tren elektrifikasi akan terus berlanjut. Pada 2035, sekitar 90 persen perjalanan menggunakan taksi dan layanan transportasi daring di China diproyeksikan sudah sepenuhnya memanfaatkan kendaraan listrik.

Direktur Asia Timur Institute for Transportation & Development Policy, Daizong Liu, menilai kenaikan harga bahan bakar telah mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak.

“Ketika harga bahan bakar meningkat, orang-orang lebih jarang menggunakan mobil bensin mereka sendiri,” ujar Liu.

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat untuk bepergian tetap meningkat, namun pola mobilitas mulai bergeser ke moda transportasi yang lebih efisien, seperti taksi dan kereta bawah tanah.

Perubahan tersebut juga berdampak pada kebutuhan impor minyak China. Pada Juni 2026, impor minyak negara itu tercatat turun 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tanpa harus mengandalkan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar.

Jika diperlukan, saya juga dapat menyesuaikan narasi ini dengan gaya bahasa yang lebih formal, lebih lugas seperti berita kantor berita, atau lebih ringan ala media online.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Garuda Indonesia Tambah Jatah Bagasi Penumpang Lewat Sistem Piece Concept

JCCNetwork.id- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi mengubah kebijakan bagasi tercatat dengan menerapkan skema berbasis jumlah koli (piece concept) sebagai standar baru bagi seluruh...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER