JCCNetwork.id- Pemerintah menegaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya ditujukan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen baru dalam meningkatkan pendapatan desa melalui pembagian hasil usaha koperasi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memperbesar kontribusi sektor usaha terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pembagian keuntungan koperasi yang memberikan manfaat langsung kepada desa. Dalam mekanisme yang disiapkan, sebanyak 20 persen laba Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).
Menurut Yandri, kebijakan tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah desa untuk ikut mengawal keberlangsungan dan keberhasilan operasional koperasi. Dengan adanya kontribusi terhadap PADes, pemerintah desa memiliki kepentingan langsung dalam memastikan koperasi mampu berkembang secara sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, KDKMP akan menjadi wadah pengembangan potensi ekonomi lokal yang dimiliki masing-masing desa. Pemerintah menargetkan setiap desa dapat mengoptimalkan komoditas unggulannya melalui pengelolaan koperasi sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar.
Saat ini Indonesia memiliki 75.266 desa dengan karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda-beda. Melalui KDKMP, pemerintah akan mengarahkan pengembangan usaha sesuai keunggulan wilayah masing-masing agar setiap desa memiliki model bisnis yang relevan dengan sumber daya lokal.
Selain itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai produksi, distribusi, hingga pemasaran berbagai produk unggulan desa sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Kementerian Desa selama ini juga telah mengembangkan konsep desa tematik yang berfokus pada sektor-sektor unggulan, seperti desa penghasil jagung, perikanan, hortikultura, peternakan, maupun komoditas strategis lainnya. Melalui koperasi, berbagai potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara lebih profesional sehingga mampu meningkatkan daya saing produk desa di pasar nasional.
Pemerintah meyakini keberadaan KDKMP akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha baru, memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengelolaan usaha yang berbasis potensi lokal.
Pembahasan mengenai percepatan implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu agenda utama dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Rabu sore hingga malam hari. Selain membahas pengembangan koperasi desa, rapat juga mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rapat terbatas tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, serta jajaran direktur utama beberapa badan usaha milik negara (BUMN). Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam itu membahas langkah-langkah strategis guna mempercepat pelaksanaan kedua program prioritas pemerintah yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.











