Abdul Mu’ti Tinjau Revitalisasi Sekolah dan Salurkan Bantuan di Nias Utara

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah terus memperkuat upaya pemerataan kualitas pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah revitalisasi puluhan sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, dengan total anggaran mencapai Rp51 miliar.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.

- Advertisement -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nias Utara. Dalam agenda tersebut, ia mengunjungi SMP Negeri 3 Sitolu Ori untuk melihat perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan yang tengah berlangsung.

Selain mengecek kondisi infrastruktur sekolah, Abdul Mu’ti juga menyerahkan sejumlah bantuan pendukung kegiatan belajar mengajar. Bantuan tersebut meliputi perangkat internet berbasis satelit Starlink, perlengkapan sekolah bagi peserta didik, serta bantuan peningkatan mutu pendidikan yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, program revitalisasi yang dijalankan di Nias Utara mencakup berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 33 satuan pendidikan menjadi sasaran program, terdiri atas dua lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 15 Sekolah Dasar (SD), 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua Sekolah Menengah Atas (SMA).

- Advertisement -

Pemerintah menilai perbaikan fasilitas pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan renovasi ruang kelas, perbaikan bangunan sekolah, hingga penyediaan sarana penunjang pembelajaran, diharapkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dapat meningkat secara signifikan.

Dalam penjelasannya, Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara bertahap sesuai alokasi anggaran yang telah disiapkan pemerintah. Pada tahun 2025, dana sebesar Rp48,6 miliar dialokasikan untuk mendukung revitalisasi 32 sekolah di wilayah tersebut.

Sementara untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan rencana lanjutan yang mencakup 21 sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 sekolah telah menerima bantuan dengan nilai mencapai Rp20 miliar sebagai tahap awal pelaksanaan program.

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan sektor pendidikan di Nias Utara merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang diarahkan untuk memperkecil kesenjangan layanan pendidikan antardaerah. Pemerintah berupaya memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas, termasuk mereka yang tinggal di kawasan terpencil.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Karena itu, peningkatan kualitas sekolah di daerah 3T menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing di masa depan.

Abdul Mu’ti mengatakan program tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fokus pembangunan nasional. Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat, tanpa memandang lokasi geografis, dapat merasakan manfaat layanan pendidikan yang setara.

“Ini sesuai harapan Bapak Presiden agar kita membangun generasi yang kuat dengan layanan pendidikan berkualitas yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di derah 3T,” ujar Abdul Mu’ti yang dikutip Headline News pada Sabtu 20 Juni 2026.

Ke depan, program revitalisasi sekolah tidak hanya difokuskan di Nias Utara. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana memperluas pelaksanaan program serupa ke berbagai wilayah 3T lainnya di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan standar sarana dan prasarana sekolah di daerah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

“InsyaAllah nanti di daerah lain kami juga akan melakukan program-program serupa di daerah 3T lainnya,” tegasnya

Dengan dukungan anggaran yang terus ditingkatkan serta pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih merata, pemerintah optimistis kesenjangan pendidikan antardaerah dapat terus ditekan sehingga seluruh peserta didik memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Libur 1 Muharam, Ragunan Diserbu Ribuan Wisatawan

JCCNetwork.id- Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan dipadati ribuan pengunjung pada libur Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Kebun binatang terbesar...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER