Ekonomi Tumbuh, Investasi Swasta Didorong

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Capaian tersebut dinilai terutama didorong oleh lonjakan belanja pemerintah yang meningkat signifikan pada awal tahun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, mengatakan pemerintah tampaknya menerapkan strategi front loading atau percepatan belanja negara guna menjaga aktivitas ekonomi domestik sejak awal tahun.

- Advertisement -

“Sepertinya sudah menjadi strategi pemerintah untuk jor-joran belanja pemerintah pada kuartal I,” kata Dipo, di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, peningkatan belanja pemerintah tidak terlepas dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pencairan tunjangan hari raya (THR) yang ikut menopang daya beli masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi pemerintah tumbuh 21,81 persen pada kuartal I 2026, menjadi yang tertinggi dalam sekitar satu dekade terakhir.

- Advertisement -

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) naik 5,96 persen, ekspor meningkat 0,9 persen, dan impor tumbuh 7,18 persen.

Dipo menjelaskan, lonjakan belanja negara merupakan bagian dari strategi jump start economy untuk mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus menciptakan efek berganda terhadap konsumsi dan investasi domestik.

Meski demikian, ia mengingatkan ruang fiskal pemerintah tetap terbatas sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya tidak bisa terus bergantung pada belanja negara.

Karena itu, menurut dia, investasi sektor swasta perlu diperkuat agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Peran swasta jelas harus ditingkatkan. Kepastian usaha juga menjadi faktor kunci agar swasta bisa terus berinvestasi,” ucap Dipo.

Selain itu, Dipo menilai sektor manufaktur masih perlu mendapat perhatian meski konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan selama momentum Lebaran.

Ia menekankan pentingnya penguatan sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja formal guna menjaga konsumsi domestik dalam jangka panjang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Fernando Emas: Lonjakan Harta Zita Anjani Harus Diselidiki, LHKPN Bukan Akhir dari Persoalan

JCCNetwork.id– Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak cukup hanya menerima laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER