Mobil Listrik Pernah Jaya Lalu Tumbang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Bayangkan jauh sebelum jalanan dipenuhi suara mesin bensin, sudah ada kendaraan yang melaju tanpa suara nyaris seperti hantu di atas roda. Bukan di masa depan, tapi lebih dari satu abad yang lalu. Dari sinilah kisah mobil listrik dimulai penuh misteri, perdebatan, dan kejutan yang mungkin belum pernah kamu bayangkan.

Semua bermula dari ide yang bahkan sejarah pun belum sepakat. Ada yang menyebut Ányos Jedlik pada tahun 1828 sebagai sosok pertama yang menciptakan penggerak listrik untuk kendaraan kecil. Tapi versi lain muncul tahun 1832, ketika Robert Anderson mencoba membuat kereta listrik sederhana. Bahkan di tahun 1835, seorang profesor Belanda dan asistennya ikut menciptakan mobil listrik skala kecil dengan baterai sekali pakai. Bayangkan kebingungannya siapa sebenarnya pelopor mobil listrik? Sejarah seolah memberi kita teka-teki yang tak pernah benar-benar selesai.

- Advertisement -

Namun, di tengah ketidakpastian itu, satu hal pasti: mobil listrik pernah berjaya. Di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, kendaraan ini jadi primadona. Bahkan Thomas Alva Edison percaya mobil listrik adalah masa depan. Tidak berisik, tidak bergetar, dan tidak berbau bandingkan dengan mobil bensin saat itu yang kasar dan berisik. Puncaknya? Tahun 1899, ketika Camille Jenatzy melesat dengan mobil listriknya hingga lebih dari 100 km/jam. Di zamannya, itu seperti melihat roket berjalan di darat!

Tapi justru di titik tertinggi itulah, kejatuhan mulai mengintai. Jalanan semakin bagus, orang ingin bepergian lebih jauh, dan bensin tiba-tiba jadi murah karena ditemukan dalam jumlah besar. Mobil bensin berkembang cepat lebih praktis, lebih murah, dan bisa menempuh jarak jauh. Sementara mobil listrik tertinggal. Perlahan popularitasnya runtuh. Dari raja jalanan, berubah jadi teknologi yang terlupakan.

Puluhan tahun berlalu dalam “tidur panjang” sampai akhirnya dunia tersadar. Di tahun 1990-an, kekhawatiran akan polusi dan krisis energi membangunkan kembali mobil listrik. Regulasi seperti dari California Air Resources Board memaksa industri otomotif berpikir ulang. Lalu muncullah berbagai inovasi hingga akhirnya sebuah nama mengubah segalanya: Tesla, Inc.. Tahun 2008, mereka membuktikan bahwa mobil listrik bukan sekadar alternatif tapi masa depan nyata.

- Advertisement -

Dan Indonesia? Jangan kira kita hanya penonton. Kisahnya justru dimulai dari tangan anak bangsa. Tahun 2012, Dahlan Iskan memperkenalkan mobil listrik nasional bernama Selo, dikembangkan oleh Ricky Elson. Mobil ini bahkan tampil di KTT APEC 2013 di Bali sebuah momen yang bikin banyak orang tersadar bahwa Indonesia juga punya mimpi besar di dunia kendaraan listrik. Kini, mobil listrik kembali bangkit bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Dari masa lalu yang sempat terlupakan, kini ia kembali sebagai harapan masa depan yang lebih bersih.

Jadi, menurut kamu apakah mobil listrik benar-benar akan menggantikan mobil bensin sepenuhnya di masa depan? Atau ini hanya siklus sejarah yang akan terulang lagi? Tulis pendapatmu aku penasaran melihat sudut pandangmu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Siapa Sebenarnya Purbaya?

JCCNetwork.id- Pernah nggak sih kamu membayangkan ada seorang pejabat tinggi negara yang tiba-tiba ditunjuk jadi Menteri Keuangan dan reaksinya justru mengira dirinya sedang “dikerjai”...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER