JCCNetwork.id-Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti insiden dua asisten rumah tangga (ART) yang diduga melompat dari lantai empat sebuah kamar kos di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
“Regulasi harus langsung menyentuh implementasi dan pengawasan. Semua harus memenuhi standar dan terpantau oleh dinas terkait,” ujar Rieke di Tangerang, Senin (27/4/2026).
Peristiwa tersebut dinilai kembali membuka persoalan serius terkait lemahnya perlindungan pekerja rumah tangga di Indonesia.
Rieke menilai regulasi yang telah ada harus segera diimplementasikan secara efektif, disertai pengawasan ketat dari instansi terkait di tingkat pusat maupun daerah.
“Kalau benar ada korban berusia 15 tahun, ini jelas pelanggaran serius yang harus ditindak,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kebijakan perlindungan tidak boleh berhenti pada tataran aturan, melainkan harus berjalan hingga pelaksanaan di lapangan.
Dalam pernyataannya di Tangerang, Senin (27/4/2026), Rieke juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam sistem desentralisasi, termasuk keterlibatan DPRD untuk memastikan kebijakan perlindungan pekerja dapat berjalan optimal.
Kasus tersebut juga disinggung karena terjadi berdekatan dengan momentum Hari Kartini, yang menurutnya seharusnya menjadi pengingat akan perlindungan terhadap perempuan pekerja.
Ia menilai masih terdapat celah dalam sistem hukum yang membuat pekerja rumah tangga rentan terhadap eksploitasi.
Selain itu, Rieke kembali mendorong percepatan implementasi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang telah lama diperjuangkan, termasuk penyusunan aturan turunan di tingkat pusat dan daerah.
Ia juga menyoroti dugaan adanya korban di bawah umur dalam peristiwa tersebut.
Jika benar terdapat pekerja berusia 15 tahun, hal itu disebut sebagai pelanggaran serius karena batas usia kerja ART ditetapkan minimal 18 tahun dan harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Ini sudah bukan era sentralistik. Semua undang-undang harus segera dibuat turunannya sampai ke tingkat paling bawah agar perlindungan bisa berjalan efektif,” pungkasnya.


