Produksi Stroberi Agam Mulai Pulih

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Para petani stroberi di Kecamatan Balingka, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai merasakan pemulihan ekonomi setelah banjir bandang yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.

Perbaikan akses jalan serta kondisi cuaca yang lebih baik turut mendorong peningkatan produksi hasil panen.

- Advertisement -

Salah seorang petani stroberi di ruas Jalan Malalak–Sicincin, Riadi Yunanda, mengatakan bencana yang disertai curah hujan tinggi sempat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan menurunkan produksi secara drastis.

“Waktu bencana banyak busuk buah, dan daerah luar enggak ambil karena longsor, jalan putus,” katanya.

 

- Advertisement -

Banyak buah stroberi membusuk karena terendam air, sementara longsor yang memutus sejumlah jalur transportasi menghambat distribusi hasil panen ke luar daerah.

Akibat kondisi tersebut, produksi di kebunnya sempat merosot hingga sekitar tiga kilogram per hari.

Namun, setelah situasi berangsur membaik, hasil panen kini kembali meningkat menjadi sekitar 10 kilogram per hari.

Stroberi tersebut dijual kepada pengepul dengan harga Rp50 ribu per kilogram.

Kondisi serupa juga dialami Yogi, pemilik Agrowisata Kebun Stroberi Melky di Nagari Balingka.

Ia menyebut penjualan sempat anjlok hingga 80 persen saat bencana terjadi.

Seiring membaiknya cuaca dan mulai diperbaikinya akses jalan, produksi di kebunnya kembali meningkat.

Saat ini, kebun tersebut mampu menghasilkan sekitar 150 kilogram stroberi per hari, yang sebagian besar dipasarkan ke Provinsi Riau.

“Kebun kita saja 150 kilogram per hari untuk dikirim ke Riau. Banjir November paling banyak cuma 50 kilogram. Mulai Februari ini lah mulai banyak,” ujar dia.

Meski demikian, Yogi memperkirakan penjualan kepada pelanggan tetap akan menurun menjelang libur Lebaran Idul Fitri karena memasuki musim libur.

Oleh sebab itu, ia berharap kunjungan wisatawan ke kebun stroberi dapat membantu meningkatkan pemasukan.

“Wisatawan biasa banyak dari Riau, Medan. Untuk wisata jalan Insya-Allah lancar, sudah aman, enggak perlu khawatir lagi, Insya-Allah enggak bakal lagi ada bencana,” kata Yogi.

Ia juga optimistis aktivitas wisata masih dapat berjalan karena akses menuju lokasi relatif aman, meskipun Jalan Malalak masih ditutup bagi masyarakat umum.

Sementara itu, berdasarkan data pada Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat yang diakses Senin, jumlah penduduk terdampak banjir di provinsi tersebut mencapai 297.232 orang.

Dari jumlah itu, tercatat 233 orang meninggal dunia, 31 korban meninggal belum teridentifikasi, serta 72 orang masih dinyatakan hilang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang

JCCNetwork.id- Aparat kepolisian dari Polda Sumatera Selatan bersama Polres Empat Lawang membongkar ladang ganja seluas 20 hektare di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Dalam...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER