Transportasi di Bali Disesuaikan Jelang Nyepi 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah menyesuaikan operasional sejumlah layanan transportasi di Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kebijakan ini dilakukan guna memastikan mobilitas masyarakat tetap tertata sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi tradisi sakral umat Hindu di Pulau Dewata.

Penyesuaian tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, operator transportasi, serta unsur masyarakat adat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat sebelum dan sesudah Nyepi tanpa mengganggu pelaksanaan hari suci tersebut.

- Advertisement -

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengaturan operasional transportasi merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Nyepi sekaligus upaya menjaga keselamatan dan ketertiban perjalanan masyarakat.

“Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi, sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan tertib, selamat, aman, dan nyaman,” ujar Menhub Dudy di Jakarta dikutip Senin (15/3/2026).

Menurutnya, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar mobilitas menuju dan keluar Bali dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman. Perencanaan perjalanan juga dinilai penting agar aktivitas transportasi tidak berbenturan dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang berlangsung selama 24 jam.

- Advertisement -

Sejumlah moda transportasi di Bali akan menghentikan operasional sementara selama Hari Raya Nyepi. Kebijakan ini mencakup transportasi udara, penyeberangan, hingga layanan transportasi darat.

Di sektor penerbangan, aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut seluruh penerbangan domestik maupun internasional tidak beroperasi dan akan kembali berjalan normal setelah Nyepi berakhir.

Sementara itu, layanan transportasi penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah lain juga menyesuaikan jadwal operasional. Pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang akan dihentikan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Sedangkan layanan dari Pelabuhan Gilimanuk ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan kembali dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

Penyesuaian juga berlaku pada jalur pelayaran lain yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya, termasuk lintasan Padang Bai–Lembar yang akan menghentikan aktivitas sementara selama Nyepi berlangsung dan kembali beroperasi setelah perayaan selesai.

Di sektor transportasi darat, pengaturan operasional dilakukan di sejumlah terminal bus. Terminal Mengwi sebagai terminal tipe A utama di Bali akan membatasi layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Setelah itu, operasional terminal dihentikan selama hari suci Nyepi dan kembali normal setelah perayaan berakhir.

Kementerian Perhubungan juga meminta seluruh operator transportasi memastikan kesiapan sarana dan prasarana selama periode penyesuaian operasional. Hal tersebut mencakup kelayakan armada serta kesiapan sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.

“Kami meminta seluruh operator transportasi untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan serta memastikan seluruh layanan transportasi yang beroperasi sebelum dan setelah Nyepi tetap memenuhi standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Menhub.

Pemerintah berharap koordinasi antara operator transportasi, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat adat dapat memastikan mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Nyepi berjalan lancar. Masyarakat yang akan bepergian menuju atau keluar Bali juga diminta memperhatikan jadwal operasional transportasi, mengikuti arahan petugas, serta menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi sebagai bagian dari kearifan lokal Bali.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pratama Arhan Lulus S1, Fokus Karier dan Pendidikan

JCCNetwork.id- Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi menyelesaikan pendidikan strata satu dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Jawa Tengah,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER