JCCNetwork.id-Sebanyak 14 persen kendaraan tercatat telah keluar dari Jakarta pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dimulai Jumat (13/3).
Data tersebut disampaikan oleh PT Jasa Marga berdasarkan pemantauan arus lalu lintas di sejumlah ruas tol utama.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantoro, mengatakan sekitar 285 ribu kendaraan dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan diperkirakan sudah meninggalkan Jakarta.
“Tentu ini masih bisa tanpa dikendalikan, tanpa rekayasa lalu lintas,” ujar Rivan di Gedung JTMC Jasa Marga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu dini hari.
Mayoritas kendaraan tersebut bergerak menuju jalur Tol Trans Jawa.
“Sebarannya juga masih sama, terlihat sebaran ke arah Trans Jawa paling mendominasi. Yang lain-lainnya belum tampak, seperti ke arah Bandung juga belum tampak jumlah dari yang diproyeksikan,” tambahnya.
Menurut Rivan, hingga Sabtu dini hari arus kendaraan masih terpantau lancar dan belum memerlukan penerapan rekayasa lalu lintas.
“Masih ada kemungkinan nanti di hari Sabtu, Minggu, akan ada pergerakan lagi,” imbuh Rivan.
Pergerakan kendaraan juga dinilai masih dapat dikendalikan.
Ia menjelaskan bahwa distribusi kendaraan yang keluar dari Jakarta saat ini didominasi oleh arus menuju wilayah timur melalui jalur Trans Jawa.
Sementara itu, peningkatan arus kendaraan ke arah Bandung maupun jalur lainnya belum terlihat signifikan dibandingkan dengan proyeksi awal.
Jasa Marga memperkirakan mobilitas kendaraan masih akan meningkat pada akhir pekan. Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan arus lalu lintas pada Sabtu dan Minggu.
Sebelumnya, Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama periode Operasi Ketupat 2026.
“Arus mudik yang akan terjadi diperkirakan puncaknya pada tanggal 18 Maret, tetapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat (13/3) pekan ini,” jelas Rivan.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, meskipun pergerakan kendaraan sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/3).
Dari total proyeksi tersebut, sekitar 28 persen kendaraan diperkirakan menuju arah Merak, 50 persen menuju wilayah timur hingga jalur Cipularang, dan sekitar 20 persen bergerak ke arah Bogor.



