Ketegangan Timur Tengah Mereda, Minyak Brent crude oil Turun Tajam

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa pagi setelah muncul sinyal meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kemungkinan berakhirnya konflik dengan Iran dalam waktu dekat memicu meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.

- Advertisement -

Pada pukul 07.18 WIB, harga minyak mentah Brent crude oil tercatat turun sebesar 6,6% atau US$6,51 menjadi US$92,45 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 6,5% atau US$6,12 ke posisi US$88,65 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah harga minyak melonjak tajam sehari sebelumnya.

Pada perdagangan Senin, harga Brent dan WTI sempat melampaui US$100 per barel dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022, masing-masing di kisaran US$119 per barel.

- Advertisement -

Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Selain faktor geopolitik, lonjakan harga juga dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan produksi dari sejumlah negara produsen minyak utama, termasuk Arab Saudi.
Namun sentimen pasar berubah setelah muncul upaya diplomasi untuk meredakan konflik.

Pihak Kremlin menyatakan Presiden Vladimir Putin telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Trump dan menyampaikan proposal yang bertujuan mempercepat penyelesaian konflik dengan Iran.

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump menyebut konflik tersebut berpotensi berakhir lebih cepat dari perkiraan awal yang sebelumnya diproyeksikan berlangsung hingga lima pekan.

Meski demikian, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa Iran akan menentukan akhir konflik dan mengancam akan menghambat ekspor minyak dari kawasan jika serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

“Dengan perkembangan dalam 24 jam terakhir, harga minyak kemungkinan diperdagangkan dalam kisaran luas sekitar US$ 75 hingga US$ 105 per barel dalam waktu dekat,” ujarnya.

Di sisi lain, pasar juga dipengaruhi rencana pemerintah Amerika Serikat yang mempertimbangkan pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia serta kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis guna menahan lonjakan harga energi global.

Analis pasar dari IG Group, Tony Sycamore, memperkirakan pergerakan harga minyak masih akan sangat fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.

Ia menilai harga minyak berpotensi bergerak dalam kisaran US$75 hingga US$105 per barel dalam jangka pendek.

Selain faktor geopolitik, gangguan produksi juga dilaporkan terjadi di kawasan Teluk.

Irak memangkas produksi di ladang minyak utama di wilayah selatan hingga sekitar 70% atau menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari.

Sementara itu, Kuwait Petroleum Corporation mengurangi produksi dan menyatakan kondisi force majeure.

Sumber industri juga menyebut bahwa Arab Saudi mulai menurunkan produksinya. Menanggapi situasi tersebut, negara-negara anggota G7 menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar minyak global, meski hingga kini belum ada keputusan terkait pelepasan cadangan minyak darurat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gustavo Almeida Gabung Java United

JCCNetwork.id- Java United FC kembali melakukan manuver untuk memperkuat komposisi tim menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri, Semarang, tersebut...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Di Depan Menteri PU, DPR Ungkap Warga Kubu Raya Masih Gunakan Air Limbah untuk Kebutuhan Sehari hari
08:49
Video thumbnail
BGN Tegas! Jika Keracunan MBG Sidoarjo Ada Unsur Pidana, Bakal Ditindak
04:52
Video thumbnail
Tanah Bersertifikat SHM & Makam Leluhur Tiba-tiba Jadi Kawasan Hutan, Kok Bisa?
09:08
Video thumbnail
Disampaikan Langsung ke Prabowo, Putin Buka Peluang Kerja Sama Nuklir dengan Indonesia
09:40
Video thumbnail
Reaksi Putin, Senyum Tipis Saat Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
09:31
Video thumbnail
DPR Tegur BNPP Bakamla, Jangan Cuma Gagah gagahan, Masyarakat Harus Merasakan Manfaatnya
08:05
Video thumbnail
DPR Ingatkan Wamen KKP Rakyat Butuh Kepastian, Bukan 'Disuruh' Doa sampai 2028
08:25
Video thumbnail
Pertemuan Prabowo-Putin di Vladivostok, Bahas Kerja Sama Strategis
09:18
Video thumbnail
Mentan Ungkap Metode PM AAS, Produksi Padi Disebut Bisa Tembus 13 Ton per Hektare
11:48
Video thumbnail
Sontak Bikin Ngakak Saat Benny K Harman Singgung Rieke Pendukung Jokowi #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Rismon Singgung Praperadilan Berulang: Bisa Jadi Celah Menunda Proses Hukum
08:58
Video thumbnail
Tak Pakai Toga di Sidang MK, Rismon Sianipar Dicecar Hakim Suhartoyo: Belum Advokat?
08:34
Video thumbnail
Bahas Regulasi Lobster, Titiek Bela Prabowo, Sebut Presiden Tidak Ingin Menyengsarakan
08:06
Video thumbnail
Benny K Harman Bikin Ruangan Ngakak, Singgung Rieke Dulu Sebagai Pendukung Utama Jokowi
08:40
Video thumbnail
Masuk Sejarah! Mentan Amran Ungkap Kesejahteraan Petani Meningkat
12:01
Video thumbnail
Di Hadapan Anak Buah, Jaksa Agung Serukan: “Badai Harus Berlalu!”
08:39
Video thumbnail
Asap Karhutla Indonesia Terbang ke Utara, Malaysia Singapura Brunei Waspada Jerebu
08:56
Video thumbnail
Suasana Paripurna Kuningan Jadi Cair Saat Kang Dedi Candai Bupati
09:40
Video thumbnail
Kang Dedi Ngaku Gubernur Konten di Paripurna HUT Kuningan, Bikin Suasana Makin Cair
13:01
Video thumbnail
Kang Dedi Bawa Kabar Besar untuk Kuningan, Anggaran Diusulkan Tambah Rp100 Miliar
08:19

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER