JCCNetwork.id- Genangan banjir masih ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta Barat hingga Senin pagi (9/3). Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD DKI Jakarta) mencatat sebanyak 16 rukun tetangga (RT) serta dua ruas jalan masih terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 90 sentimeter.
Berdasarkan laporan BPBD pada pukul 06.00 WIB, sisa genangan tersebut tersebar di beberapa kelurahan di wilayah Jakarta Barat. Meski sebagian besar titik banjir telah berangsur surut dibandingkan sehari sebelumnya, sejumlah kawasan permukiman masih terendam dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga masih menggenangi dua ruas jalan utama di wilayah tersebut. Kedua titik genangan berada di Jalan Kapuk Muara Raya, Kelurahan Kapuk Muara, serta di persimpangan lampu merah Kembangan Raya yang berada di Kelurahan Kembangan Selatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk aktivitas masyarakat di awal pekan.
BPBD mencatat sebaran genangan banjir yang masih tersisa meliputi beberapa kelurahan di Jakarta Barat. Di Kelurahan Duri Kosambi terdapat empat RT yang masih terendam dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 80 sentimeter. Kemudian di Kelurahan Rawa Buaya tercatat tujuh RT masih terdampak dengan tinggi muka air mencapai 60 hingga 90 sentimeter.
Sementara itu, genangan juga ditemukan di satu RT di Kelurahan Jelambar dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Di Kelurahan Kembangan Selatan, dua RT masih terendam air setinggi kurang lebih 50 sentimeter. Adapun di Kelurahan Kembangan Utara, banjir masih menggenangi dua RT dengan ketinggian air antara 40 hingga 60 sentimeter.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan Kondisi, menjelaskan bahwa genangan yang masih tersisa saat ini merupakan dampak dari puncak banjir yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Minggu siang (8/3), banjir sempat meluas dan merendam ratusan wilayah permukiman serta puluhan ruas jalan di sejumlah wilayah ibu kota.
“Namun, saat ini banjir sudah berangsur surut,” imbuh Yohan, dikutip dari Antara.
Menurut data BPBD, pada puncak kejadian tersebut tercatat sebanyak 148 RT dan 20 ruas jalan di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, serta Jakarta Timur terdampak genangan banjir. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Meski demikian, kondisi banjir kini dilaporkan mulai berangsur surut di sebagian besar lokasi. Petugas gabungan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di titik-titik yang masih terdampak guna mempercepat proses surutnya air.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu hujan di wilayah Jakarta.
Dalam situasi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan panggilan darurat milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui nomor 112. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis dan beroperasi selama 24 jam penuh untuk membantu penanganan berbagai kejadian kedaruratan di wilayah ibu kota.
“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tandas Yohan.



