JCCNetwork.id-Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan akhir pekan, dipicu oleh melemahnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan global.
Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar menjadi salah satu faktor utama yang mendorong minat investor terhadap aset aman.
Penguatan harga emas juga terjadi setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kebijakan tarif perdagangan yang sebelumnya diberlakukan oleh Donald Trump.
Meski demikian, Trump berencana menerapkan tarif global baru sebesar 10 persen selama 150 hari untuk menggantikan kebijakan yang dibatalkan tersebut, yang diperkirakan masih akan memicu volatilitas pasar.
Di pasar global, harga emas spot tercatat naik sekitar 1,5 persen menjadi USD 5.071,48 per ounce, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman April menguat 1,7 persen menjadi USD 5.080,90 per ounce.
Analis menilai ketidakpastian ekonomi jangka menengah serta tekanan inflasi yang masih terlihat membuat emas tetap menjadi pilihan investasi.
Analis RJO Futures, Bob Haberkorn, menyebut perlambatan pertumbuhan ekonomi AS menjadi salah satu faktor pendukung harga emas.
Data menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi sekitar 1,4 persen pada kuartal keempat, jauh di bawah perkiraan ekonom yang sebelumnya berada di level 3 persen.
Di dalam negeri, harga emas batangan 24 karat milik sejumlah produsen juga turut mengalami kenaikan.
Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu, 21 Februari 2026, tercatat mencapai Rp3.012.000 per gram, naik Rp68.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam bahkan telah meningkat sekitar Rp96.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback emas Antam yang dipatok Rp2.793.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas kepada perusahaan.
Sementara itu, harga emas di Pegadaian untuk produk UBS dan Galeri24 juga menunjukkan tren penguatan. Emas UBS dibanderol Rp3.009.000 per gram, naik Rp44.000, sedangkan emas Galeri24 berada di level Rp2.984.000 per gram.
Di sisi lain, harga emas produksi PT Hartadinata Abadi Tbk juga bergerak naik dengan harga 1 gram mencapai Rp2.963.000 dan ukuran 1.000 gram dipasarkan sekitar Rp2,91 miliar.
Pengamat pasar memperkirakan pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi dinamika ekonomi global, khususnya kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan perkembangan inflasi internasional.
Ketidakpastian pasar dinilai berpotensi menjaga permintaan terhadap emas sebagai instrumen investasi aman dalam jangka pendek.



