KPK Dorong Tambahan Anggaran Demi OTT Lebih Masif

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha, menilai permintaan tambahan anggaran yang diajukan KPK untuk pengadaan peralatan canggih guna mendukung operasi tangkap tangan (OTT) merupakan langkah yang relevan dan mendesak. Menurutnya, dinamika kejahatan korupsi yang terus berkembang menuntut pembaruan teknologi agar penindakan berjalan efektif.

Praswad menegaskan, pola dan modus operandi koruptor saat ini semakin kompleks, terutama dengan dukungan teknologi komunikasi yang semakin maju. Kondisi tersebut, kata dia, akan menjadi hambatan serius apabila tidak diimbangi dengan modernisasi alat penindakan yang dimiliki lembaga antirasuah.

- Advertisement -

“Berkembangnya modus operandi dan dukungan alat komunikasi yang dimiliki koruptor tanpa diimbangi pembaharuan alat maka akan menghambat pelaksanaan OTT,” kata Praswad dalam keterangannya, dikutip Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, penguatan dukungan anggaran untuk pengadaan peralatan canggih seharusnya menjadi prioritas negara, mengingat korupsi selama ini selalu diklaim sebagai musuh bersama. Menurutnya, komitmen pemberantasan korupsi tidak cukup disampaikan dalam bentuk pernyataan politik, melainkan harus diwujudkan melalui dukungan konkret terhadap KPK.

“Dukungan alat tersebut juga merupakan representasi dari komitmen politik pemerintahan dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

- Advertisement -

Praswad juga meyakini, apabila permintaan anggaran tersebut dipenuhi, KPK berpotensi meningkatkan intensitas operasi senyap secara signifikan. Dengan dukungan teknologi yang memadai, efektivitas OTT diyakini akan meningkat.

“Kami optimistis, jika KPK diberikan dukungan alat yang lebih canggih, KPK dapat melaksanakan OTT setidak-tidaknya 30 kali per tahun,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK secara terbuka menyampaikan harapan agar mendapatkan tambahan anggaran yang lebih besar untuk pengadaan peralatan penindakan. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Fitroh mengungkapkan bahwa keterbatasan peralatan menjadi salah satu hambatan utama KPK dalam melaksanakan OTT, selain persoalan sumber daya manusia. Ia menyebut, peralatan yang dimiliki KPK saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan kejahatan korupsi modern.

“Apa sih sebenernya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang? Ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya satu sebulan,” kata Fitroh.

Fitroh menilai, sebagian peralatan yang digunakan KPK sudah tertinggal dari perkembangan teknologi. Kondisi tersebut dinilai membatasi ruang gerak penyidik dalam mengungkap praktik korupsi yang semakin canggih dan tertutup.

“Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barang kali OTT (bisa) lebih masif,” ujarnya.

Permintaan tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai komitmen negara dalam memperkuat KPK, terutama di tengah tuntutan publik agar pemberantasan korupsi dilakukan secara lebih tegas dan konsisten.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kementerian PU Tangani Jembatan Aih Bobo

JCCNetwork.id- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat terhadap Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kembali terputus akibat banjir.Banjir...

Kebakaran Landa Pasar Mobil Kemayoran

Banjir Bandang Terjang Solok

129 Penumpang KM Virgo Masih Dicari

KPK Dalami Aliran Uang Kasus ATR/BPN

Harga iPhone 2027 Berpotensi Naik

KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER