JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Pulau Puah, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (22/1/2026) pagi. Peristiwa seismik tersebut terjadi sekitar pukul 05.44 WIB dan sempat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa berada di laut dengan jarak sekitar 21 kilometer di timur laut Pulau Puah. Secara geografis, lokasi gempa tercatat pada koordinat 0,31 Lintang Selatan dan 122,63 Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 64 kilometer.
“Gempa Mag:5.4, 22-Jan-26 05:44:45 WIB, Lok:0.31 LS,122.63 BT (21 km TimurLaut PULAUPUAH-SULTENG), Kedlmn:64 Km,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG menjelaskan bahwa informasi awal yang disampaikan mengutamakan kecepatan penyebaran data, sehingga belum dapat memastikan dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut, termasuk potensi kerusakan bangunan maupun adanya korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai dampak gempa terhadap aktivitas masyarakat. Aparat dan lembaga penanggulangan bencana setempat masih melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya, agar tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retakan serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan pihak berwenang.
“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” imbaunya.
BMKG menegaskan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu merujuk pada kanal resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan data kebencanaan secara akurat dan terpercaya.



