Setelah Mantan Marinir, Kini Personel Brimob Gabung Jadi Tentara Bayaran Rusia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Seorang personel Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, dilaporkan telah melakukan desersi dan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia sebagai tentara bayaran untuk bertempur di Ukraina. Ini merupakan kasus kedua yang mencuat setelah sebelumnya mantan marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, melakukan hal serupa.

Bripda Muhammad Rio dinyatakan melarikan diri dari kesatuannya. Ia diduga berhasil mendaftar secara online ke berbagai angkatan bersenjata asing dan diterima oleh Rusia berkat kemampuannya berbahasa Inggris dan Rusia. Ia bahkan diberi pangkat Letnan Dua (Letda).

- Advertisement -

Menurut klaimnya, Rio menerima bonus awal senilai 2 juta Rubel (sekitar Rp420 juta) dan akan mendapatkan gaji bulanan sebesar 210 ribu Rubel (setara Rp42 juta).

Sumber informasi dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan Atase Kepolisian Rusia di Jakarta, Muhammad Rio kemungkinan besar berada di wilayah Donbass, Ukraina. Ia diduga merupakan bagian dari legiun tentara asing yang direkrut melalui perusahaan militer swasta seperti Wagner Group.

Divhubinter Polri telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Rusia, NCB Interpol Moscow, dan KBRI Moscow untuk memverifikasi keberadaan Rio dan mempertimbangkan upaya pemulangan. Namun, respons awal dari pihak Rusia menyatakan sulit untuk membawa pulang yang bersangkutan dalam waktu dekat karena ia ditempatkan di garis depan pertempuran.

- Advertisement -

Kasus ini mengulang kehebohan publik sebelumnya, ketika mantan marinir Satria Arta Kumbara bergabung dengan tentara Rusia dan kemudian meminta untuk dipulangkan.

 

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dolar AS Menguat, Rupiah dan IHSG Tertekan

JCCNetwork.id- Tekanan terhadap pasar keuangan domestik kembali meningkat pada awal pekan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Senin...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER