JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penerapan solusi permanen terhadap gangguan jalur rel kereta api yang terdampak banjir di Kabupaten Grobogan. Penanganan tersebut melibatkan lintas sektor, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum serta PT Kereta Api Indonesia (KAI), guna mencegah terulangnya gangguan transportasi akibat luapan sungai.
Rel kereta api di Kecamatan Gubug, Grobogan, sebelumnya terendam banjir akibat meluapnya Sungai Tuntang. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya perjalanan kereta api dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan serta kelancaran distribusi logistik. Pemprov Jawa Tengah menilai penanganan tidak cukup dilakukan melalui perbaikan darurat, melainkan membutuhkan solusi jangka panjang yang terintegrasi.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung lokasi terdampak pada Minggu (14/12/2025). Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada asesmen teknis lapangan untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir serta merumuskan langkah pencegahan yang berkelanjutan.
Sumarno menegaskan bahwa tanggung jawab penanganan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada PT KAI sebagai operator perkeretaapian. Menurutnya, persoalan banjir berkaitan erat dengan kondisi alur sungai dan sistem drainase di sekitar jalur rel.
“Harus dicarikan solusi bersama. Balai Besar Wilayah Sungai bisa melakukan pengerukan atau normalisasi alur sungai,” ujarnya kepada wartawan, seperti ditulis Senin (15/12/2025).
Selain membahas penanganan rel terdampak banjir, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengecek kesiapan sektor transportasi menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pemprov Jawa Tengah memastikan sejumlah posko layanan transportasi telah disiagakan di berbagai titik strategis guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Dalam agenda yang sama, Menteri Perhubungan dan Pemprov Jawa Tengah turut meninjau rencana pembangunan fasilitas dry port yang akan melayani Kawasan Industri Kendal serta Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi simpul logistik penting yang terhubung dengan jalur kereta api, sekaligus mendukung distribusi barang yang lebih efisien dan aman dari risiko banjir.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menekankan bahwa keberhasilan solusi permanen sangat bergantung pada koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BBWS, dan operator perkeretaapian. Penanganan terpadu dinilai krusial untuk menjamin keselamatan transportasi publik, menjaga kelancaran arus logistik, serta mendukung stabilitas ekonomi di wilayah Jawa Tengah.







