JCCNetwork.id- Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menegaskan bahwa reformasi Polri yang digulirkan pemerintah harus memiliki tujuan akhir yang jelas dan terukur. Tanpa kejelasan arah, reformasi berisiko melenceng dari tujuan utamanya.
“Kalau memang ini sebuah kebutuhan bersama, kita harus sama-sama menyamakan persepsi harus sama-sama menyamakan tujuan terkait dengan reformasi polri ini sampai kemana,” kata Fernando dalam diskusi publik bertajuk “Di Tengah Sorotan Publik: Reformasi Polri & Pertaruhan Kepercayaan Masyarakat di Era Digital” di Kopi Oey, Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).
Fernando mengungkapkan keraguan yang muncul di masyarakat akibat banyaknya arah reformasi yang diinginkan berbagai pihak. Misalnya ada yang menginginkan di bawah kementerian, ada yang menginginkan dibentuk satu kementerian, ada yang menginginkan tetap institusi Polri ini di bawah presiden.
“Karena kalau kita lihat sekarang, terkait dengan reformasi polri ada banyak arah yang diinginkan oleh berbagai pihak,” ucapnya.
Fernando juga mengkritik kerja tim reformasi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto. Ia tekankan tim reformasi semestinya tidak terjun ke hal-hal teknis seperti memediasi perkara hukum. Namun tugas pokok tim reformasi adalah menginventarisir akar persoalan dan mencari solusinya, bukan mencari popularitas
“Misalnya, ada tim reformasi polri untuk memfasilitasi, memediasi antara yang berperkara. Ini sebenarnya bukan tugas utama mereka sebagai tim reformasi apa pun yang dibentuk oleh presiden,” tandasnya.



