JCCNetwork.id- Kebun Binatang Bandung kembali mencatat perkembangan positif dalam upaya pelestarian satwa langka setelah seekor bayi tapir Sumatra ( Tapirus indicus ) lahir pada 14 November 2025. Kelahiran anak jantan tersebut menjadi tonggak penting bagi lembaga konservasi itu, sekaligus menambah jumlah tapir yang berhasil dikembangbiakkan di sana menjadi 11 individu.
Manajemen Kebun Binatang Bandung menyampaikan bahwa kelahiran ini merupakan hasil program pemuliaan yang telah dijalankan secara berkelanjutan dalam dua dekade terakhir. Tim dokter hewan dan keeper berhasil melakukan pemantauan intensif sejak masa kebuntingan induk tapir, termasuk pengaturan pola makan, perawatan kandang, serta pemantauan kesehatan harian untuk memastikan proses kelahiran berlangsung aman.
Bayi tapir yang lahir dengan kondisi sehat itu kini berada dalam masa adaptasi awal bersama induknya. Pihak kebun binatang menjelaskan bahwa tahap ini sangat krusial, terutama untuk memastikan insting menyusui berjalan alami dan hubungan antara induk dan anak tetap stabil tanpa gangguan eksternal.
Tapir Sumatra merupakan salah satu satwa berstatus terancam punah, sehingga setiap kelahiran di lembaga konservasi menjadi capaian penting bagi upaya menjaga populasi spesies tersebut. Kebun Binatang Bandung menegaskan bahwa program pengembangbiakan tapir akan terus diperkuat melalui riset, kolaborasi dengan lembaga konservasi lain, serta peningkatan kualitas habitat semi-alami di area tapir.
Pihak pengelola menyatakan optimistis bahwa kelahiran ini dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan satwa endemik Indonesia. Namun, untuk sementara, bayi tapir belum dapat dilihat langsung oleh pengunjung karena masih menjalani observasi kesehatan hingga beberapa minggu ke depan.
Kebun Binatang Bandung berharap keberhasilan ini menjadi momentum positif bagi upaya konservasi satwa langka di Indonesia dan mendorong lebih banyak dukungan dari masyarakat maupun lembaga terkait.



