JCCNetwork.id- Yesus pernah berkata, “Akulah pokok anggur, kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Perkataan ini adalah gambaran yang dalam tentang hubungan manusia dengan Kristus. Pokok anggur adalah sumber kehidupan dari batang itulah mengalir segala nutrisi, kekuatan, dan daya hidup. Tanpa batang, ranting hanyalah sepotong kayu kering yang lambat laun akan layu dan dibuang. Tetapi jika ranting tetap melekat pada batang, maka ia akan hidup, bertumbuh, dan menghasilkan buah yang manis.
Yesus ingin menegaskan bahwa hidup beriman bukan sekadar menjalankan ritual atau aturan, melainkan soal melekat erat kepada-Nya. Tinggal di dalam Kristus berarti hidup dalam kasih-Nya, mendengar firman-Nya, dan mengizinkan Roh-Nya mengalirkan kekuatan ke dalam hidup kita.
Ranting tidak bisa memilih untuk hidup sendiri. Ia hanya punya dua pilihan tetap melekat pada pokok anggur dan berbuah, atau terlepas dan menjadi kering. Demikian pula manusia tanpa Kristus, semua usaha kita pada akhirnya akan kosong dan sia-sia. Tetapi bersama Dia, bahkan hal-hal kecil yang kita lakukan dapat menjadi berkat dan menghasilkan buah yang kekal.
Perkataan ini juga mengingatkan kita akan kerendahan hati. Buah yang muncul di ranting bukanlah hasil kekuatan ranting itu sendiri, melainkan karena ranting itu terhubung dengan pokok anggur. Begitu pula setiap keberhasilan, kebaikan, atau karya yang lahir dalam hidup kita, sejatinya berasal dari kasih karunia Tuhan yang mengalir melalui diri kita.
Karena itu, pesan Yesus sederhana tapi tegas tetaplah tinggal di dalam Aku. Selama ranting-ranting itu melekat pada pokok anggur, hidup kita tidak akan pernah sia-sia.



