JCCNetwork.id- Jakarta Selatan segera memiliki ikon baru ruang terbuka hijau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun Taman Bendera Pusaka, sebuah kawasan terpadu hasil penggabungan tiga taman legendaris: Ayodya, Langsat, dan Leuser.
Taman ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga dirancang sebagai ruang rekreasi, olahraga, ekonomi, hingga diplomasi.
Berbeda dengan taman kota pada umumnya, Taman Bendera Pusaka akan dibuka 24 jam penuh.
Pemprov DKI bahkan menyiapkan jembatan penghubung bagi pejalan kaki, sehingga pengunjung bisa dengan mudah berpindah antararea tanpa harus menyeberang jalan raya. Konsep ini mirip dengan yang diterapkan di Tebet Eco Park.
Rencana pembangunan taman baru ini langsung disambut positif warga. Ratna Juwita, warga Duren Tiga, menyebut Taman Bendera Pusaka sebagai anugerah bagi masyarakat Jakarta.
“Programnya sudah bagus. Tinggal kita sebagai warga menggunakan fasilitas dengan baik. Kalau warganya tertib, insyaallah taman-taman akan tetap indah dan nyaman,” ujarnya.
Ratna menilai, keberadaan taman kota yang beroperasi nonstop bisa menjadi alternatif hiburan murah bagi anak-anak.
‘’Banyak manfaat, bisa untuk olahraga, rekreasi, bahkan nonton bareng kalau ada acara. Anak-anak juga punya ruang bermain, nggak cuma main gadget,” tambahnya.
Senada, Rizki Saputra, warga Jakarta Pusat, juga menilai taman ini akan menjadi tempat berkumpul yang aman dan nyaman.
“Banyak kegunaan buat masyarakat Jakarta. Bisa rekreasi, kumpul keluarga, dan suasananya enak,” tuturnya.
Jaminan Keamanan 24 Jam
Dukungan juga datang dari Satpol PP. Anggota Satpol PP DKI Jakarta, Jaru Salam, memastikan keamanan pengunjung akan menjadi prioritas utama.
“Taman kota pasti dibuat nyaman dan aman. Kita siapkan piket 24 jam dan patroli rutin. Jadi suasana tetap kondusif, tanpa tawuran, lebih ke pencegahan,” tegasnya.
Menurutnya, taman ini juga bisa berfungsi sebagai ruang komunikasi warga.
‘’Bisa jadi ruang kolaborasi, tukar informasi, bahkan cari lowongan kerja. Jadi manfaatnya luas sekali,” jelas Salam.
Target Rampung 2025
Penataan kawasan Taman Bendera Pusaka sudah dimulai sejak Juli lalu dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya untuk mempercantik Jakarta.
“Itu bagian tanggung jawab saya untuk membuat Jakarta lebih baik, lebih indah, dan lebih luas ruang terbukanya. Saya yakin taman ini akan memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung,” ujar Pramono.
Ia menambahkan, nama Bendera Pusaka dipilih sebagai pengingat bagi generasi muda bahwa kemerdekaan bangsa diraih dengan perjuangan yang tidak mudah.
Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta, Vera Refina Sari, menyebut pembangunan ini bukan sekadar renovasi, melainkan kelahiran kembali ruang publik hijau yang lebih inklusif dan multifungsi.
“Diharapkan taman ini bisa meningkatkan interaksi sosial, mendukung olahraga, seni, dan kegiatan komunitas, sekaligus merepresentasikan Jakarta sebagai kota global yang hijau dan berbudaya,” jelas Vera.
Vera juga mengungkapkan bahwa pendanaan proyek berasal dari pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Usai peresmian Taman Bendera Pusaka, Pemprov DKI berencana melanjutkan transformasi serupa di sejumlah taman kota lain di Jakarta.



