JCCNetwork.id- Polemik seputar wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus bergulir dan memantik berbagai reaksi dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari mantan Ketua BEM Universitas Indonesia, Melki Sedek Huang, yang menyampaikan kekhawatiran soal potensi penggunaan strategi kekuasaan ekstrem oleh mantan Presiden Joko Widodo demi mempertahankan posisi putranya.
Bahkan, Melki menyinggung kemungkinan Jokowi kembali memakai “cara brutal” seperti masa sebelumnya, tanpa merinci bentuk tindakan tersebut.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI), Edi Hasibuan. Menurutnya, usulan pemakzulan yang dilontarkan sejumlah purnawirawan TNI tidak memiliki dasar hukum yang kuat.



