Harga Minyak Naik Imbas Tarif Baru AS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga minyak dunia mengalami kenaikan dalam perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) menyusul pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap sejumlah mitra dagang utama. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan minyak mentah akibat potensi perang dagang global.

Mengutip data Yahoo Finance, Kamis, 3 April 2025, harga minyak mentah Brent ditutup naik 46 sen atau 0,6 persen menjadi USD74,95 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 51 sen atau 0,7 persen menjadi USD71,71 per barel.

- Advertisement -

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Trump dalam konferensi persnya pada Rabu sore mengumumkan penerapan tarif baru terhadap sejumlah negara mitra dagang, termasuk Uni Eropa, Tiongkok, dan Korea Selatan. Kebijakan tersebut membuat harga minyak mentah berjangka AS sempat naik USD1 sebelum akhirnya berbalik negatif, mengikuti pergerakan kontrak Brent.

Trump sebelumnya telah menggaungkan tanggal 2 April 2025 sebagai ‘Hari Pembebasan’ dengan memperkenalkan tarif baru yang berpotensi mengganggu sistem perdagangan global. Dalam pengumuman tersebut, Trump memaparkan daftar negara yang dikenakan tarif, namun tidak merinci kebijakan serupa terhadap Kanada dan Meksiko. Barang-barang yang memenuhi perjanjian dagang USMCA, termasuk minyak dari Kanada dan Meksiko, tetap dikecualikan dari tarif baru ini.

Saat ini, Kanada memasok sekitar empat juta barel minyak mentah per hari ke AS. Namun, kebijakan tarif Trump memicu kekhawatiran akan inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan sengketa perdagangan yang dapat membatasi kenaikan harga minyak lebih lanjut.

- Advertisement -

Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berusaha meredakan kekhawatiran dengan menyatakan bahwa Meksiko tidak berencana memberlakukan tarif balasan terhadap AS. Pernyataan tersebut sedikit meredakan ketegangan perdagangan antara kedua negara.

Di sisi lain, Trump juga mengancam akan menerapkan tarif sekunder terhadap minyak Rusia serta memperketat sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari strategi ‘tekanan maksimum’ untuk memangkas ekspor minyak Iran. Rusia, yang merupakan eksportir minyak terbesar kedua di dunia, memproduksi sekitar sembilan juta barel per hari atau hampir sepersepuluh dari produksi minyak global.

Dalam perkembangan lainnya, investor tampaknya mengabaikan laporan persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan lonjakan signifikan. Data Badan Informasi Energi AS mencatat bahwa persediaan minyak mentah meningkat sekitar 6,2 juta barel dalam sepekan terakhir, meskipun data tersebut cenderung menunjukkan kondisi pasar yang masih bergejolak.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Chelsea Cari Pelatih Baru untuk Musim Depan

JCCNetwork.id — Chelsea dikabarkan tengah mempertimbangkan Xabi Alonso sebagai kandidat kuat pelatih anyar untuk musim depan. "Chelsea saat ini sedang mengeksplorasi kemungkinan kesepakatan dengan Xabi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER