JCCNetwork.id- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Bakrie menanggapi indikasi perlambatan ekonomi Indonesia, yang terlihat dari menurunnya daya beli masyarakat dan turunnya jumlah pemudik pada Idulfitri 2025.
Meskipun demikian, Anindya mengklaim bahwa kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Anindya menegaskan bahwa meskipun ada fluktuasi dalam perekonomian Indonesia, laju pertumbuhannya masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya setelah menghadiri acara open house Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, di Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (1/4/2025).
“Kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, itu masih sesuai dengan target,” ujar Anindya.
Dia menjelaskan bahwa fluktuasi ekonomi adalah hal yang wajar dan harus dievaluasi berdasarkan target ekonomi nasional serta prioritas yang ada.
Selain itu, Anindya mencatat bahwa ekspor Indonesia menunjukkan perkembangan positif, dengan peningkatan sekitar US$ 2,5 miliar hingga US$ 3 miliar setiap bulan.
“Target ekonomi bisa tercapai, dan ekspor setiap bulannya meningkat sebesar US$ 2,5 miliar hingga US$ 3 miliar. Ini merupakan prospek positif untuk jangka panjang, termasuk tahun ini,” jelasnya.
Anindya juga mencatat bahwa tingkat investasi di Indonesia pada tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan.
Investasi pada tahun tersebut tercatat sebesar Rp 900 triliun, meningkat sekitar Rp 700 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika investasi dan perdagangan terus meningkat, maka pertumbuhan ekonomi akan tetap sesuai target,” ujarnya.
Berdasarkan data tersebut, Anindya memastikan bahwa perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini bersifat sementara, dan optimisme Kadin terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi.
“Jadi kita cukup positif pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap sesuai target,” tegasnya.



