JCCNetwork.id-Kehebohan melanda kawasan Pintu Air Kali Jagir, Wonokromo, Surabaya, pada Rabu (7/1/2025) sore, setelah ditemukan jenazah bayi yang mengambang dan membusuk di antara tumpukan eceng gondok. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar, yang segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Menurut laporan resmi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan baru berusia satu hari atau baru saja dilahirkan. Kondisinya yang sudah mulai membusuk menunjukkan bahwa jenazah tersebut kemungkinan telah berada di air selama beberapa waktu.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Wonokromo dan BPBD Surabaya berlangsung dramatis.
Kanit Lantas Polsek Wonokromo, Iptu Mujiono, mengungkapkan bahwa proses evakuasi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, arus air yang deras menyulitkan petugas untuk segera mengangkat jenazah dari lokasi.
“Jenazah bayi ditemukan terjepit di eceng gondok dengan usia sekitar satu hari,” ujar Iptu Mujiono.
Evakuasi tersebut memakan waktu kurang lebih satu jam sebelum akhirnya jenazah berhasil diangkat.
Penemuan jenazah bayi ini berawal dari laporan warga yang melihat sesuatu mengambang di permukaan air.
Merasa curiga, mereka mendekati lokasi dan menyadari bahwa yang mengambang adalah tubuh bayi. Warga pun segera menghubungi petugas, yang langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Setelah berhasil dievakuasi, tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.
Jenazah bayi kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan apakah ada indikasi tindak pidana.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan jenazah bayi tersebut.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai siapa yang membuang bayi malang itu dan apa motif di balik perbuatan tersebut. Namun, polisi memastikan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius.
“Jenazah bayi telah dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk proses selanjutnya,” tambah Iptu Mujiono.
Penemuan ini menambah daftar panjang kasus penelantaran bayi di Indonesia. Masalah ini kerap terjadi akibat berbagai faktor, seperti kehamilan tidak diinginkan, tekanan ekonomi, atau kurangnya edukasi mengenai perlindungan anak.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah tragedi serupa terulang, melalui edukasi, pendampingan, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga nyawa manusia, bahkan sejak ia baru dilahirkan.
Kasus ini juga menggugah keprihatinan publik. Banyak warga yang mengungkapkan rasa sedih dan marah atas kejadian ini.
Pihak kepolisian menghimbau siapa saja yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor. Keberanian masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat sangat dibutuhkan untuk mengungkap pelaku di balik tragedi ini.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kehidupan, terutama nyawa bayi yang tidak berdosa. Semoga kasus ini segera terungkap, dan keadilan dapat ditegakkan bagi bayi malang tersebut.



