Kepanikan Melanda Gaza, Ribuan Warga Terkepung di Zona Perang Deir al-Balah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Di tengah perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh Israel, situasi di Jalur Gaza semakin memprihatinkan. Pada Rabu, UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab untuk pengungsi Palestina, melaporkan bahwa sekitar 30.000 orang terpaksa berkumpul di setiap kilometer persegi di Gaza.

“Operasi militer berkepanjangan dan perintah evakuasi berulang kali telah memaksa keluarga-keluarga di Jalur Gaza berulang kali mengungsi,” kata badan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan.

- Advertisement -

Kondisi ini mencerminkan kepadatan yang sangat tinggi dan semakin sulitnya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Perintah evakuasi yang dikeluarkan secara berulang-ulang telah memaksa ribuan keluarga untuk terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menjadikan wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap aman, kini penuh sesak dengan orang-orang yang mencari perlindungan.

Di bagian timur Deir al-Balah, wilayah yang awalnya dijadikan “zona aman” oleh militer Israel, kini menjadi zona pertempuran yang berbahaya.

- Advertisement -

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa warga sipil di daerah tersebut diimbau untuk segera berpindah ke arah barat sebelum serangan berikutnya dilakukan.

“Banyak yang mencari perlindungan di bagian Al Mawasi, di mana sekitar 30.000 orang berdesakan di setiap km persegi,” kata UNRWA, merujuk pada wilayah yang ditunjuk oleh tentara Israel sebagai “zona aman” bagi warga sipil Palestina.

“Sebelum perang, hanya ada 1.200 orang per km persegi,” tambahnya.

UNRWA mengungkapkan bahwa sebelum perang, wilayah yang sekarang menampung 30.000 orang per kilometer persegi itu hanya dihuni oleh sekitar 1.200 orang.

Penurunan drastis dalam luas “zona aman kemanusiaan” yang ditetapkan oleh Israel, kini hanya mencakup 11 persen dari keseluruhan wilayah Gaza, telah menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran yang meluas di kalangan warga sipil yang mengungsi.

Hingga kini, lebih dari dua juta orang di Gaza telah terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus dilakukan oleh Israel, meskipun ada seruan dari Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan aksi militer.

Serangan tersebut telah menelan korban jiwa lebih dari 40.200 orang, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak, serta melukai hampir 93.000 orang lainnya.

Kekurangan bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan semakin memperburuk situasi di Gaza yang terus dikepung oleh Israel.

Selain itu, Israel kini menghadapi tuduhan genosida di Pengadilan Internasional, yang sebelumnya telah memerintahkan penghentian operasi militer di kota Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan sebelum daerah tersebut diserbu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Messi Cetak Sejarah Jadi Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia

JCCNetwork.id - Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kembali menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Bintang berusia 38 tahun itu mencetak dua gol saat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER