JCCNetwork.id – Suasana keberkahan menyelimuti Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang, ketika Willy Prakarsa, Ketua Presidium Jari 98, dan rekan-rekannya dari Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 mengunjungi lembaga pemasyarakatan tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk memastikan bahwa hak pilih Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Pemilu 2024 akan terlayani dengan baik.
Dalam kunjungannya, mereka diterima dengan hangat oleh Kepala Lapas. Suasana keakraban ini menjadi cermin dari komitmen Lapas Pemuda Tangerang untuk memberikan kemudahan akses terhadap hak konstitusional, menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.
Tak hanya memastikan hak pilih, namun Lapas ini juga telah mengantisipasi segala persoalan yang mungkin muncul dalam menjemput Pemilu 2024. Dodot Adikoeswanto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, turut menunjukkan dukungan penuh dari pihak terkait.
“Kami yakin bahwa jajaran lapas dan rutan sudah netral dalam menghadapi konstelasi Pilpres 2024. Padahal, isu-isu yang berseliweran terkait netralitas lapas tidaklah benar,” tegas Willy Prakarsa, kepada awak media, Senin (5/2/2024).

Dalam mengatasi isu yang berkembang terkait netralitas menjelang pemilu, Willy Prakarsa menyatakan tujuan kedatangan mereka ke Lapas adalah untuk menyusul isu tersebut. Setelah mencermati secara seksama Jari 98 Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang dipastikan netral dalam Pilpres 2024.
“Jajaran lapas dan rutan sudah netral, dan kami yakin ke depannya lapas akan tetap netral dalam setiap aspek,” ujar Willy Prakarsa.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memastikan bahwa Pemilu 2024 dapat berjalan dengan adil dan demokratis, termasuk partisipasi WBP sebagai bagian integral dari masyarakat. Dengan komitmen yang kuat dari pihak-pihak terkait, diharapkan netralitas dan integritas pemilihan dapat tetap terjaga, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Indonesia.























