JCCNetwork.id – Eks penyidik senior KPK Novel Baswedan menyebut Ketua KPK Firli Bahuri sebagai penjahat besar. Ungkapan itu ia sampaikan menyusul Polda Metro Jaya menetapkan Firli sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Merespon penetapan tersangka Firli Bahuri, sejumlah aktivis antikorupsi seperti Abraham Samad, Sujanarko, hingga Al Rasyid menggunduli kepalanya pada Kamis, (23/11/2023).
Aksi menggundulkan kepala itu mereka lakukan sebagai simbol bahwa sudah saatnya lembaga KPK bersih-bersih dari perbuatan melawan hukum dan berbenah menjadi lebih baik.
“Kami mengapresiasi langkah Polri yang berani bersikap obyektif dan jujur. Terutama dalam penanganan perkara TPK ini,” ujar Novel dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id, Sabtu (25/11/2023).
Pasalnya, dengan penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka menyelamatkan KPK dari perbuatan oknum yang kerap menyalahgunakan tanggungjawab di KPK.
“Ini sekaligus bentuk kepedulian Polri untuk menyelamatkan KPK dari orang-orang yang berbuat korupsi dengan menggunakan lembaga KPK,” jelasnya.
Selain itu, Novel juga menekankan bahwa apa yang dilakukan Firli Bahuri adalah mencoreng marwah KPK. Dimana KPK yang selama ini menjadi harapan masyarakat dalam tindak pidana korupsi di Indonesia.
“Bagi saya, Firli ini penjahat besar. Baru pertama kali pimpinan KPK berbuat korupsi pada level tertinggi, yaitu pemerasan sebagai tersangka tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Novel juga mengingatkan para korban pemerasan lainnya dari Firli Bahuri, agar segera memberanikan diri untuk melaporkan ke pihak berwenang. Pasalnya, jika korupsi pada level tertinggi, maka level sebelumnya sudah tentunya di lewati.
“Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada semua orang yang pernah menjadi korban pemerasan atau mengetahui perbuatan Firli lainnya, agar berani melaporkan,” pungkasnya.























